Tampilkan postingan dengan label Hikmah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hikmah. Tampilkan semua postingan

Rabu, 26 Juni 2013

'Amilatun Naashibah... amal-amal yang hanya melelahkan


Nasihat Mabit dari ustadz Al Yusni

'Amilatun nashibah artinya amal-amal yang hanya melelahkan. Alkisah, 'Umar bin Khathab menangis saat mendengar ayat ini.

Alkisah juga, suatu hari Atha As-Salami, seorang Tabi`in bermaksud menjual kain yang telah ditenunnya. Setelah diamati dan diteliti secara seksama oleh sang penjual kain, sang penjual kain mengatakan, “Ya, Atha sesungguhnya kain yang kau tenun ini cukup bagus, tetapi sayang ada cacatnya sehingga saya tidak dapat membelinya.”

Begitu mendengar bahwa kain yang telah ditenunnya ada cacat, Atha termenung lalu menangis. Melihat Atha menangis, sang penjual kain berkata, “Atha sahabatku, aku mengatakan dengan sebenarnya bahwa memang kainmu ada cacatnya sehingga aku tidak dapat membelinya, kalaulah karena sebab itu engkau menangis, maka biarkanlah aku tetap membeli kainmu dan membayarnya dengan harga yang pas.”

Tawaran itu dijawabnya, “Wahai sahabatku, engkau menyangka aku menangis disebabkan karena kainku ada cacatnya? ketahuilah sesungguhnya yang menyebabkan aku menangis bukan karena kain itu. Aku menangis disebabkan karena aku menyangka bahwa kain yang telah kubuat selama berbulan-bulan ini tidak ada cacatnya, tetapi di mata engkau sebagai ahlinya ternyata ada cacatnya.

“Begitulah aku menangis kepada Allah dikarenakan aku menyangka bahwa ibadah yang telah aku lakukan selama bertahun-tahun ini tidak ada cacatnya, tetapi mungkin di mata Allah sebagai ahli-Nya ada cacatnya, itulah yang menyebabkan aku menangis.”



*dari fb Taufiq Yuniarto

Selasa, 25 Juni 2013

Rahasia Anis Matta

Selasa, 25 Juni 2013


Jakarta - Stamina politisi bisa disebut di atas rata-rata orang kebanyakan. Aktivitas yang padat membutuhkan energi yang tidak sedikit. Begitu pula yang dialami Presiden PKS Anis Matta. Apa resep stamina Anis Matta?

Sejak ditunjuk sebagai Presiden PKS, Anis Matta langsung tancap gas. Ia habiskan waktunya bertemu kader-kader PKS di seluruh Indonesia. Ia mengaku sejak awal Februari hingga Juni ini sedikitnya 3/4 wilayah Indonesia telah ia kunjungi. "Yang belum itu di antaranya Papua. Insya Allah bulan puasa nanti," ujar Anis ditemui di Jakarta, belum lama ini.

Ditanya soal aktivitas yang padat bagaimana ia menjaga stamina dan kesehatannya, Anis menyebutkan dirinya selalu minum air putih sepanjang hari. "Minimal saya minum air putih tiga liter," sebut Anis.

Tidak hanya minum air putih, Anis juga secara rutin berolahraga untuk menjaga staminanya. Ia menyebut olahraga seperti gym, futsal, jogging dan renang menjadi pilihan olahraganya. "Dan tentunya saya mengkontrol makanan," tambah bekas Wakil Ketua DPR RI ini.

Yang tak kalah penting resep menjaga kesehatannya, Anis menegaskan dirinya selalu gembira sepanjang hari. Alumnus LIPIA Jakarta ini mengatakan kegembiraan hati bisa diikhtiarkan dengan menjalani segala sesuatu dengan ikhlas. "Kalau niatnya mengejar karir, akan bermasalah," seloroh Anis.

Untuk menjaga kegembiraan hati, Anis melanjutkan dirinya belakanagn tak lagi menonton televisi, membuka internet dan membaca koran. Namun buru-buru Anis menyebutkan bukan berarti dirinya tidak mengikuti perkembangan informasi. "Teman-teman selalu kasih up date isu," kata Anis.

Ia menuturkan dirinya lebih banyak membaca buku. Bagi dirinya, dengan membaca buku maka akan dapat memiliki kedalaman dalam melihat suatu masalah. Lebih dari itu, Anis menyebutkan bagi politisi jika tidak membaca buku akan memiliki akumulasi masalah dalam jangka panjang. "Kalau saya baca buku tematik," tandas Anis. [fer/inilah]

Senin, 24 Juni 2013

Mari Belajar Kepada Jendral Sudirman,Apalagi yang Diberi Amanah Pejabat

Jenderal Soedirman

Jendral Sudirman merupakan salah satu pejuang dan pemimpin teladan bangsa ini. Pribadinya teguh pada prinsip dan keyakinan, selalu mengedepankan kepentingan masyarakat banyak dan bangsa di atas kepentingan pribadinya. Hal ini boleh dilihat ketika Agresi Militer II Belanda. Ia yang dalam keadaan lemah karena sakit tetap bertekad ikut terjun bergerilya walaupun harus ditandu. Dalam keadaan sakit, ia memimpin dan memberi semangat pada prajuritnya untuk melakukan perlawanan terhadap Belanda. Meski menderita sakit paru-paru yang parah, ia tetap bergerilya melawan Belanda. Itulah sebabnya kenapa ia disebutkan merupakan salah satu tokoh besar yang dilahirkan oleh revolusi negeri ini.
Panglima Besar Jendral Soedirman dikenal sebagai santri atau jamaah yang cukup aktif dalam pengajian “malam selasa”, yakni pengajian yang diselenggarakan oleh PP Muhammadiyah di Kauman berdekatan dengan Masjid Besar Yogyakarta. Seorang Panglima yang istimewa, dengan kekuatan iman dan keislaman yang melekat kuat dalam dadanya. Sangat meneladani kehidupan Rasulullah, yang mengajarkan kesederhaan dan kebersahajaan. Sehingga perlakuan khusus dari jamaah pengajian yang rutin diikutinya, dianggap terlalu berlebihan dan ditolaknya dengan halus.
Jendral Soedirman dikenal oleh orang-orang di sekitarnya dengan pribadinya yang teguh pada prinsip dan keyakinan, dimana ia selalu mengedepankan kepentingan masyarakat banyak dan bangsa di atas kepentingan pribadinya, bahkan kesehatannya sendiri. Pribadinya tersebut ditulis dalam sebuah buku oleh Tjokropranolo, pengawal pribadinya semasa gerilya, sebagai seorang yang selalu konsisten dan konsekuen dalam membela kepentingan tanah air, bangsa, dan negara.
Bapak-bapak pejabat yang terhormat marilah kita belajar dari Jendral berbintang lima ini,beliau berjuang untuk menegakkan negeri ini dari penjahan Belanda dengan mengorbankan apa saja yang dimilikinya bahkan dalam kondisi sakit sekalipun beliau tetap berada di barisan depan bersama rakyat mempertahankan negeri ini.Sekarang kita tinggal menikmati hasilnya dengan ber empati kepada rakyat kecil yang masih kesulitan untuk makan dan mencari tempat tinggal untuk berteduh. Marilah bila kita diberi amanah menjadi pejabat jangan memamerkan kekayaannya dihadapan rakyat kecil yang masih banyak yang kesulitan untuk makan .Marilah belajar dari Bapak Jendral Sudirman ,Seorang jendral besar berbintang 5 yang hidup dengan bersahaja.

Jumat, 21 Juni 2013

Anis Matta: Fitnah adalah makanan dakwah, dan Fitnah Tak Akan Melunturkan Senyum Kita



Transkrip Pidato Anis Matta di Aceh:

“Jika kita sedih, galau, pertahanan diri kita lemah, hancur.” 

“Ya Allah, jauhkan kami dari kegelisahan, kesedihan. Jauhkan dari kelemahan, kemalasan.” 

“Tiap kali antum menemukan fitnah, ejekan, nah itulah makanan kita di jalan dakwah.” 

“Roadshow ini untuk memastikan agar antum semua dalam keadaan tersenyum dan bahagia.” 

“Semua fitnah tidak akan melunturkan senyum dari wajah kita semua.” 

“Dan itulah manfaat dari takbir, Allahu Akbar, bahwa Allah lebih besar dari semua masalah yang kita hadapi.”

“Semua pekerjaan yang dimulai dengan iman, pasti akan terus bertumbuh dan tak ada yang bisa menghentikannya.” 

“Mekkah dikunjungi ± 5 juta orang tiap tahun, padahal awalnya Hajar dan Ismail hanya sendiri ditinggalkan di sana.”

“Ayat tentang konspirasi di Alquran dinitsbatkan ke orang kafir & Allah. Tidak pernah orang mu’min. Makar itu urusan Allah.” 

“Melalui ayat-ayat mengenai konspirasi di Alquran, Allah mengajarkan iman kepada taqdir.” 

“Seperti Nabi Musa, walau dikejar/ dizalimi, masih juga berbuat baik (menolong anak nabi Syuaib mengambil air

“Nabi Musa yg jadi buron saja dapat karunia (diperistrikan dengan anak nabi Syuaib). Apalagi jika kita bukan buron.” 

“Kisah Nabi Yusuf. Jarak antara sumur dan istana itu dekat. Allah-lah yang mengatur kebetulan yang sistematis.” 

“Turbulensi saat terbang boleh ada, tapi satu hal yang kita tidak boleh lakukan; berhenti.” -

“Sekarang bukan saatnya memberi janji. Kalau orang tidak percaya pada kata, kasih dia sorotan mata.” 

“Jangan beri janji. Beri saja sorotan mata, agar orang bisa lihat apa antum berbohong apa tidak.” 

“Kesalahan dalam politik adalah over-promised. Maka itu, kita tidak perlu banyak berjanji.” 

“Cara kita mengalahkan apatisme politik adalah dengan pesona hati antum. Berperilaku apa adanya, tak perlu dibuat-buat.” 

“Tantangan dari fitnah dan ancaman? Lupa dan (bawa) tidur.” 

“Tantangan dari masyarakat yang anti politik? Gaul bersama mereka.” 

“Kalau antum merasa kemantapan hati (sakinah) dalam diri antum, maka antum akan menang.”

Rabu, 19 Juni 2013

Jengkol, PKS Dan Ghuroba

jengkol1

Tak disangka tak dinyana, jengkol menjadi sebuah fenomena yang menggemparkan hingga kalangan pejabat di negeri ini. Baru kali ini harga jengkol yang berlipat ‘menggoyang’ dunia perekonomian kita. Sejak zaman dahulu, barang sepele sebangsa jengkol belum pernah menjadi suatu fenomena besar.

Rasa-rasanya sebagian besar masyarakat kita tidak terlalu butuh jengkol. Seberapa pun mahalnya, nggak ambil pusing. Beda dengan beras, sehari saja tidak makan nasi, rasanya tetap belum makan meski menyantap beragam makanan lainnya. Wajar jika program Sehari Tanpa Nasi di Kota Depok menuai berbagai keluhan hingga protes dari masyarakatnya. Bahkan bagi yang tidak doyan jengkol, digratiskan pun tetap tidak doyan, enek banget, apalagi baunya saja sudah mengganggu.
Tapi faktanya segelintir orang tetap ada yang menjadi pecandu jengkol. Betapapun mahal harganya, tetap harus bersusah mencarinya. Orang lain menilainya aneh, tidak bisa dinalar. Mengapa tidak memburu makanan lain yang lezat-lezat saja. Tapi begitulah selera kita masing-masing, terkadang tidak bisa saling mengerti.
Rasa-rasanya jengkol ini ada kemiripannya dengan PKS, partainya para pemuda yang aneh bagi komunitasnya. Di saat sebagian besar generasi muda mengisi waktu luangnya dengan main-main, tak jauh-jauh dari hal-hal yang bersifat entertainment, segelintir anak muda yang sudah kecanduan PKS seleranya menjadi beda. Ketika kebanyakan pemuda menikmati masa mudanya dengan hal-hal yang serba menyenangkan dan hura-hura, main, pacaran, nonton, dengerin musik, segelintir pecandu PKS malah berkutat dengan hal-hal seperti ngaji, baca buku, menghafal Al Qur’an, rajin ke masjid dan seabreg tugas lain. Orang lain mungkin berpikir masa muda waktunya hura-hura, rajin ibadah kalau sudah tua saja, tapi para pecandu PKS sejak belia sudah harus berkutat dengan agenda-agenda di masyarakatnya, sejak dari bakti sosial hingga menjadi relawan bencana. Orang lain mungkin menilai hal tersebut sangat membosankan, terkekang, nggak gaul, dan sumpek banget, tapi para pecandu PKS sangat menikmati kebahagiaan dari berbagai aktivitas yang dilakukan.
Ketika memandang pohon jengkol, sepertinya juga mengingatkan tentang pohon dakwah yang kita bina. Ketika seseorang menanam pohon jengkol, yang akan memanen buah dari pohon yang ia tanam bukanlah dirinya. Paling cepat, yang akan memetik buah jengkol dari pohon yang ia tanam adalah cucunya, bahkan generasi sesudahnya. Mengingatkan tentang jalan dakwah ini yang begitu panjang, belum tentu generasi yang menanam pohon dakwah ini yang memetik buahnya juga, bisa jadi pohon dakwah ini berbuah pada masa generasi sesudah kita. Di sinilah pentingnya motivasi, kesabaran dan keikhlasan bagi para penanam pohon jengkol dan juga pohon dakwah ini. Para penanamnya bukanlah orang yang mementingkan diri sendiri atau mengutamakan kepentingan sesaat, tetapi sebuah pengorbanan untuk masa depan, meraih hasil di hari esok, bahkan di akherat kelak.
Dan bagaimana harga jengkol yang bisa lebih mahal dari harga daging sekalipun, tanpa mempromosikannya, tak ada iklan untuk menarik orang-orang membeli jengkol, namun nyatanya para pemilik jengkol seperti mendapat rejeki yang tak disangka-sangka sebelumnya. Begitu pula dengan dakwah yang kita bina, tatkala kebanyakan manusia tidak membutuhkan bacaan Al Qur’an kita, dzikir kita, sholat kita, tatkala berhadapan dengan dunia yang semakin pragmatis, yang ditanyakan hanyalah uang dan materi, bansos, aspirasi dan semacamnya. Sia-siakah doa kita, tilawah kita, qiyamul lail kita tatkala masyarakat tidak membutuhkannya, mengapa kita bersusah payah melakukan semua itu. Tidakkah mengandalkan politik uang saja, membangun pencitraan, iklan, permainan media, untuk mencapai tujan kita. Namun sebagaimana jengkol, bisa jadi suatu hari nanti amal-amal yang sepele di hadapan manusia itu mengundang pertolonganNya, dari arah yang tak disangka-sangka, pintu kemenangan yang seolah mustahil menjadi mudah.
Jadi bagi para pecandu jengkol dan juga pecandu PKS, nikmati saja keanehan ini meski kebanyakan manusia tak mengerti kenikmatan yang dirasakan.




*dakwatuna.com 

Kapolri Akhirnya Restui Polwan Berjilbab

Selasa, 18 Juni 2013


JAKARTA - Kepolisian akhirnya memastikan diri akan melegalkan penggunaan jilbab bagi anggotanya di seluruh Indonesia. Pernyataan tersebut langsung dituturkan oleh orang nomor satu di tubuh Korps Tri Bata Kapolri Jenderal Timur Pradopo.

Timur bahkan berujar sebetulnya dia sangat senang dengan permintaan sejumlah keinginan polwan berjilbab yang kini mengemuka. Dia berkata, permintaan tersebut sudah dengan senang hati Polri terima dan pertimbangkan.

"Saya justru berterima kasih kepada publik. Karena Polri diperhatikan bahkan sampai ke penggunaan pakaian," ujar Timur di Gedung DPR Jakarta Selatan Selasa (18/7).

Timur mengatakan, dalam waktu dekat segala tuntutan mengenai jilbab akan segera masuk ke dalam agenda diskusi internal Polri. Dia berujar, aturan mengenai jilbab ini amat perlu dikonsepkan dengan tepat. Sehingga nantinya aturan ini tidak menimbukan polemik baru di kemudian hari.

"Aturan pakaian polisi kan bukan jilbab saja. Pakaian dinasnya seperti apa harus kami sesuaikan dulu," ujarnya.

Ketika ditanya kapan peraturan baru terkait seragam ini akan ditelurkan, Kapolri berujar sesegara mungkin hal itu akan terwujud. Hanya saja, kata dia, satu komponen utama yang masih harus dilengkapi sebagai bahan pertimbangan dia dalam menentukan aturan baru.

"Kami masih perlu bicara lebih dalam dengan sejumlah tokoh masyarakat. Tentu kami memerlukan saran yang membangun demi aturan yang tepat. Intinya saya sangat merespons baik permintaan ini (polwan berjilbab)," ujar jenderal bintang empat ini.[ROL/im]

"Yang Tersimpan di Ceruk Langit" | by @salimafillah

Rabu, 19 Juni 2013






@salimafillah



1) Di antara kebiasaan para pendahulu nan shalih; mendoakan pemimpin melebihi munajat untuk diri. Sebab kebaikan pemimpin luas dampaknya.

2) Pemimpin menanggung amanah dunia-akhirat amat berat. Menjadi Presiden RI misalnya berarti; siap digugat 250 juta insan di hadapanNya.

3) Mari berharap bahwa dengan doa-doa tulus dari rakyat; berkuranglah penuntut, bertambah pembela, menipislah penggugat, pemaaf berlipat.

4) Dan; mendoakannya boleh jadi menggerakkannya tuk mendoakan kita. Mencintainya dengan doa, mungkin mencekamkan cinta rakyat ke hatinya.

5) Hari ini; ketika banyak yang menasehati dengan aneka cara & tak mempan jua; mungkin dia bukan kekurangan nasehat. Dia kekurangan doa.

6) Dan jika nasehat sudah disampaikan & doapun dipanjatkan lalu pemimpin belum hendak berkebaikan; titipkan pada Allah tuk menasehatinya.

7) "Sebaik-baik pemimpin adalah yang kalian mencintainya & dia mencintai kalian; kalian mendoakannya & dia mendoakan kalian". Indah.

8) Untuk "Saling" diperlukan "Yang Memulai"; jadilah ia yang lebih mulia. Maka jika belum saling mendoa-saling mencinta; mari memulainya.

9) Selamatkan pemimpin agar tak jadi seburuk-buruk; "Kalian membencinya & dia membenci kalian; kalian melaknatnya & dia melaknat kalian."

10) Jika belum terkabul kini; doa & cinta ini latihan kita tuk pemimpin selanjutnya. Agar negeri berkah; termula pemimpin adil & taqwa.

11) Hari ini ketika kita miskin pemimpin yang adil & taqwa; mungkin yang kurang bukan sosoknya; tapi doa kita agar Allah menampilkannya.

12) Hari ini ketika pemimpin terasa tak tegas & tak bernyali; mungkin yang kurang adalah doa kita untuk menguatkan hatinya yang rapuh.

'Umar ibn 'Abdil 'Aziz. Bani 'Umayyah yang menerima penunjukannya & bahkan para 'Ulama pendukung tak menyangka kebaikannya akan sejauh itu..

'Umar ibn 'Abdil 'Aziz. Dia bukan hadir tiba-tiba. Ketidakadilan yang marak sebelum tampilnya melahirkan para terzhalimi yang tekun berdoa..

Doa-doa terpanjatkan; mungkin tersimpan di ceruk langit; Allah Maha Tahu kapan ia terhujankan sebagai rahmatNya; membasahi bumi yang dahaga.

*https://twitter.com/salimafillah

Gubernur Segudang Prestasi, 'Si Kompak Award 2013' Penghargaan ke-108 Aher

Rabu, 19 Juni 2013


Ahmad Heryawan mendapat penghargaan dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Kali ini Gubernur Jawa Barat itu mendapat penghargaan 'Si Kompak Award 2013'.

Penghargaan langsung diserahkan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Gamawan Fauzi dalam acara Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri Perdesaan Tahun Anggaran 2013, di Hotel Sahid, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Selasa (18/6/2013). Penghargaan tersebut tertuang dalam piagam No 411.31/314/SJ, yang ditandatangani Mendagri per tanggal 14 Juni 2013.

Gamawan menilai, Jawa Barat layak mendapat apresiasi tersebut karena berhasil dalam mengembangkan aspek kemitraan dan kerja sama. Heryawan menyabet penghargaan untuk dua kategori sekaligus yakni sebagai Pembina Terbaik Nasional PNPM Mandiri Perdesaan, Kategori Badan Kerja Sama Antar Desa (BKAD) Aspek Kemitraan dan Kerja Sama, serta Kategori Perencanaan Pembangunan Desa (PPD) Aspek Partisipasi Masyarakat.

"Rakernas Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perdesaan diselenggarakan guna memperoleh kesepahaman dan persepsi antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah dalam melaksanakan koordinasi dan komitmen dalam penanggulangan kemiskinan berbasis pemberdayaan masyarakat," ujar dia dalam rilis yang diterima INILAH.COM, Selasa (18/6).

Menurut dia, hal tersebut sesuai dengan tema rakernas yakni 'Penguatan Kelembagaan untuk Keberlanjutan Pemberdayaan Masyarakat Menuju Kemandirian'.

"Rakernas kali ini diharapkan mampu menghasilkan sejumlah kebijakan, antara lain internalisasi kesepahaman antara Pemerintah Pusat dengan daerah dalam menyelenggarakan kebijakan serta meningkatkan komitmen bersama terhadap penanggulangan kemiskinan. Mewujudkan langkah strategis untuk melakukan koordinasi dan mengintegrasikan program penanggulangan kemiskinan melalui pemberdayaan masyarakat," kata dia.

Selain itu, Gamawan berharap tersusunnya desain kemitraan dan dukungan daerah dalam penanggulangan kemiskinan secara berkelanjutan.

Penghargaan tersebut merupakan ke-108, yang diterima Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan, sejak 2008, hingga memasuki masa jabatan periode keduanya 2013-2018.

Menurut Heryawan, apresiasi Pemerintah Pusat tersebut merupakan bentuk pengakuan terjadap kinerja Pemprov Jawa Barat beserta seluruh elemen.

“Penghargaan tersebut tentu menjadi motivasi untuk terus mengukir prestasi demi menghadirkan kesejahteraan masyarakat Jawa Barat. Di antaranya yakni menuntaskan penanggulangan kemiskinan di Jawa Barat. Tentunya bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten/Kota,” katanya.[jul/inilah]

BBM & Visi Besar PKS dalam Kebijakan Pembangunan




BBM, PKS dan Kebijakan Energi Nasional
 

Oleh: Abi Mumtaz
PIP PKS Malaysia

Rencana kenaikan BBM yang telah memantik perdebatan serius dan kontroversi meluas di tengah masyarakat selama beberapa pekan ini berakhir dengan hasil voting di sidang paripurna DPR tadi malam (17/6). Sebagaimana diprediksi, partai-partai koalisi pemerintah ‘berhasil’ memuluskan rencana kenaikan harga BBM bersubsidi. Meskipun demikian, perjuangan gigih partai-partai yang menentang rencana kenaikan tersebut patut mendapat apresiasi dari seluruh rakyat Indonesia. Sekuat apapun argumentasi dan perjuangan mereka, ternyata dalam hal ini bukan kekuatan logika yang menentukan, melainkan logika kekuatan (jumlah suara). 

Reaksi penolakan sebenarnya muncul bukan saja dari kalangan legislatif, melainkan merata di seluruh lapisan masyarakat, mulai dari mahasiswa, karyawan, ibu rumah tangga, nelayan, tukang ojek, organisasi kemasyarakatan, akademisi, asosiasi pekerja dan sebagainya. Kebijakan tersebut dipandang tidak tepat bukan saja karena faktor waktunya (timing), yaitu di saat menjelang Ramadhan, Idul Fitri, dan dimulainya tahun ajaran baru yang secara tradisional selalu menstimulasi kenaikan harga di pasaran, melainkan juga karena tidak adanya faktor eksternal berupa kenaikan harga minyak dunia yang biasanya menjadi faktor pemicu kenaikan harga BBM di dalam negeri. Bahkan Indonesian Crude Price (ICP) dalam beberapa hari belakangan justru menurun hingga 104US$/barrel. Ini berbeda dengan kondisi tahun 2008 dan 2012 lalu, dimana harga ICP melonjak menjadi 124,6 US$/barrel (Mei 2008), dan 128,1 US$/barrel (Maret 2012) yang mendasari rencana kenaikan BBM pada tahun-tahun tersebut. Dengan demikian, rencana kenaikan BBM kali ini selain tidak tepat waktunya, juga sangat tidak kuat dan tidak akurat alasannya.

Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menyuarakan penolakan yang amat keras terhadap rencana kenaikan BBM ini karena menilai kebijakan tersebut membebani masyarakat, hanya bersifat sementara dan tambal sulam sekaligus cermin dari kegagalan pemerintah dalam pengelolaan sektor energi nasional. Kenaikan harga BBM dapat dipastikan akan berdampak pada kenaikan harga-harga barang, memukul daya beli rakyat, menambah jumlah rakyat miskin dan merusak prospek ekonomi sehingga semakin buruk. Selain itu, PKS menilai pilihan terhadap kebijakan ini akan mendorong gejolak sosial dan resistensi publik serta merusak harmoni sosial.

Manajemen Energi yang Buruk

Satu-satunya alasan yang digembar-gemborkan pemerintah dalam kenaikan BBM tahun 2013 ini adalah penyelamatan APBN akibat subsidi BBM yang terus melonjak. Cukup kuatkah alasan tersebut? Data menunjukkan bahwa kenaikan harga BBM merupakan imbas dari buruknya manajemen energi nasional yang dijalankan pemerintah. Miskinnya alasan pemerintah dalam rencana menaikan harga BBM tahun ini diakibatkan kegagalan pengendalian kuota BBM dan pengembangan energi alternatif selain minyak bumi. Kuota BBM melonjak drastis selama 3 tahun terakhir, hingga 45 juta kiloliter ditahun 2013 ini. Bahkan kuota ini juga diprediksi akan terlewati hingga 50 juta kiloliter. BBM yang semakin melonjak ini disebabkan karena kegagalan pengembangan energi alternatif baik untuk sektor transportasi, pembangkit listrik dan pabrik. Infrastuktur BBG tidak dibangun secara progressif, bahkan sejumlah SPBG ditutup karena kesulitan pasokan gas, sementara hasil gas bumi Indonesia diekspor ke luar negeri. Pemerintah juga tidak pernah berkaca dari keberhasilan konversi kerosene ke gas, yang dapat mengatasi kelangkaan minyak tanah dan memperbaiki energy mix.

Selain itu, subsidi BBM yang terlalu besar juga diakibatkan oleh kelalaian impor BBM yang seolah-olah dibiarkan oleh pemerintah selama bertahun-tahun. Hal ini dapat dilihat dari arus minyak nasional yang tidak mengalami perubahan signifikan selama 5 tahun terakhir ini. Selain impor BBM meningkat, impor minyak mentah juga terus terjadi karena minyak mentah hasil perut bumi Indonesia diekspor. Minyak mentah Indonesia diekspor karena tidak sesuai dengan spesifikasi kilang minyak dalam negeri. Seandainya, pemerintah serius membenahi pengelolaan energi nasional, tentulah kilang-kilang minyak dalam negeri akan dibangun sesuai spesifikasi minyak mentah Indonesia, untuk menghindari impor BBM yang terus meningkat.

Kebijakan penghapusan subsidi BBM bukan kebijakan yang berdiri sendiri, melainkan terkait dengan kebijakan liberalisasi ekonomi yang tengah berlangsung di Indonesia. Penghapusan subsidi BBM merupakan bagian dari skenario besar memperbesar mekanisme pasar dalam ekonomi Indonesia, sejalan dengan pemisahan (unbundling) industri hilir Pertamina dan UU Migas No. 22/2001 yang semakin membuka peluang bagi perusahaan multi-nasional untuk memperluas pasar hingga tingkat distribusi dan ritel.

Di samping itu, banyak pakar dan analis yang mempertanyakan kesahihan asumsi dan kalkulasi harga BBM yang ditetapkan pemerintah. Apalagi, terdapat informasi yang mensinyalir adanya pihak-pihak yang bermain dan mengeruk keuntungan secara manipulatif di balik penetapan harga BBM di Indonesia selama ini.

Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa membengkaknya subsidi BBM yang membebani APBN 2013 ini sebenarnya merupakan buah dari kesalahan dan ketidakprofesionalan pemerintah dalam pengelolaan sektor energi nasional, namun celakanya hal tersebut justru ditimpakan ke pundak masyarakat dalam bentuk kenaikan BBM bersubsidi. Dengan demikian, alasan defisit APBN yang didengung-dengungkan pemerintah secara substansi pada dasarnya tidak tepat. Seharusnya pembenahan mendasar di sektor energi dari hulu ke hilir yang dilakukan oleh pemerintah, bukan dengan mengambil kebijakan short cut dan mudah berupa kenaikan harga BBM bersubsidi.

Efek Kenaikan BBM

Kenaikan BBM laksana katalisator yang mendorong kenaikan semua harga barang dan jasa di pasaran. Efek domino kenaikan BBM ini akan mempengaruhi seluruh elemen masyarakat di semua strata sosial dan sektor perekonomian. Kebijakan ini akan mendorong laju inflasi dan pada saat yang sama akan melemahkan dunia usaha dan industri, khususnya usaha kecil dan menengah yang menyerap banyak tenaga kerja. Bank Indonesia (BI) memproyeksikan, kenaikan harga BBM bersubsidi akan mendorong inflasi hingga 7,76%, melebihi target inflasi yang telah ditetapkan sebesar 7,2%.

Kenaikan harga barang dan jasa menjadikan dunia usaha tidak kompetitif, sehingga pertumbuhannya akan lesu dan melambat. Hal ini karena selain biaya operasi yang melonjak, di sisi lain permintaan di pasar (demand) pun akan menurun karena konsumen cenderung berhemat dengan menekan tingkat konsumsinya. Besar kemungkinan, banyak usaha yang akan gulung tikar lantaran tidak mampu bertahan di tengah suasana seperti itu. Karena dunia usaha melemah, peluang kerja yang sudah terbatas akan kian mengecil, bahkan banyak tenaga kerja yang akan kehilangan pekerjaannya. Akibatnya, jumlah pengangguran dan angka kemiskinan pun tanpa dapat dihindari semakin membengkak sehingga kian menambah kerawanan sosial.

Segmen masyarakat yang paling merasakan imbas kenaikan BBM ini tentunya adalah masyarakat menengah ke bawah yang semakin tergerus kemampuan daya belinya (purchasing power). Rencana pemberian BLSM (Bantuan Langsung Sementara Masyarakat) bukanlah solusi yang bijak karena bentuk programnya yang tidak mendidik dan mekanisme penyalurannya yang seringkali tidak tepat sasaran. Berkaca dari pengalaman BLT (Bantuan Langsung Tunai) sebagai kompensasi kenaikan BBM tahun 2008, program tersebut terbukti mengikis semangat kemandirian warga, memicu kecemburuan dan kecurigaan di antara warga masyarakat dan melahirkan keresahan sosial.

Selain itu, jangka waktu penyaluran BLSM sebagai kompensasi kenaikan BBM yang terbatas hanya selama 4 bulan saja menjadi pertanyaan besar terkait nasib kalangan menengah ke bawah setelah masa itu berakhir. Memang sesuai namanya, bantuan ini bersifat sementara, namun masalahnya apakah selepas masa itu, para penerima bantuan tersebut sudah cukup berdaya menghadapi tantangan kehidupan ‘riil’ akibat kenaikan BBM. Tanpa adanya langkah-langkah dan strategi yang serius dari pemerintah untuk penguatan struktur ekonomi masyarakat menengah ke bawah yang hal itu tentunya sangat sulit dilakukan dalam masa yang singkat, maka kenaikan BBM dan BLSM tak ubahnya laksana racun yang mengancam kehidupan mereka. Apalagi belakangan terungkap bahwa sumber dana BLSM ternyata bukan diambilkan dari penghematan subsidi BBM dari APBN, melainkan dibiayai oleh dana utang dari Bank Pembangunan Asia (Beritasatu.com, 2/6/2013).

Visi Besar PKS dalam Kebijakan Pembangunan

Di tengah rencana pemerintah yang didukung partai-partai koalisi untuk menaikkan harga BBM, PKS tampil menyuarakan penolakan dengan lantang. Meskipun merupakan bagian dari koalisi, PKS tidak begitu saja menyetujui keinginan pemerintah yang di mata mereka sebenarnya justru akan menyengsarakan rakyat. Penolakan PKS itu semakin mengemuka dengan munculnya spanduk-spanduk yang dipasang para kader partai tersebut di berbagai daerah di tanah air. PKS tidak asal menolak, tetapi secara argumentatif dan ilmiah mengemukakan alasan di balik penolakan tersebut disertai dengan deretan solusi untuk mengatasi defisit APBN dan krisis energi nasional.

Barangkali yang membedakan PKS dengan partai-partai politik yang lain adalah kesiapan partai ini dengan ramuan konsep dan gagasan yang jelas untuk membangun Indonesia sebagaimana tertuang dalam Platform Kebijakan Pembangunan PKS. Dalam platform setebal 383 halaman tersebut, kondisi nasional dan akar permasalahan bangsa di bidang politik, ekonomi, dan sosial budaya dibedah secara kritis dan mendalam, kemudian diiringi dengan solusi kebijakan yang komprehensif dan mendasar untuk mengatasi aneka permasalahan tersebut sekaligus untuk mengantarkan Indonesia menuju masyarakat yang adil, sejahtera, dan bermartabat. Karena itu, tidak berlebihan jika banyak tokoh yang mengapresiasi langkah PKS menyusun platform kebijakan pembangunan tersebut, di antaranya Prof. Dr. Jimly Asshiddiqie yang berkomentar, “Platform yang komprehensif. Baru pertama di Indonesia. Contoh baik, bagi praktik perpolitikan nasional.” Pemikir keagamaan,  Prof. Dr. Azyumardi Azra juga memberikan apresiasi yang sangat positif dan menilai konsep ‘objektivisasi nilai-nialai Islam’ yang ditawarkan PKS sangat menarik.

Solusi PKS terhadap Krisis Energi Nasional

Di bidang energi, pertambangan, dan pengelolaan SDA, visi pembangunan PKS sangat mendasar dan konprehensif sebagaimana tercantum pada Bab 7 dalam buku Platform Kebijakan Pembangunan itu. Menurut PKS, potensi sektor energi, pertambangan dan SDA yang dimiliki Indonesia masih sangat strategis bagi pembangunan ekonomi. Karena itu, PKS memandang bahwa kebijakan pengelolaan dan pengembangan sektor energi, pertambangan dan pengelolaan SDA harus selaras dengan kepentingan nasional.

Oleh karena itu, PKS (a) mendorong ketahanan energi nasional melalui penghematan penggunaan sumber daya energi, intensifikasi pengelolaan sumber daya energi, diversifikasi sumber daya energi, dan pengembangan energi baru dan terbarukan, seperti energi nuklir, bio-fuel, dlsb; (b) menjamin ketersediaan listrik melalui perbaikan sistem tarif, perbaikan infrastruktur listrik nasional dan mendorong usaha pengembangan sumber listrik alternatif yang murah, terbarukan, dan ramah lingkungan; (c) revisi terhadap regulasi dan kelembagaan sektor sumber daya alam yang merugikan negara dan masyaralat luas; dan (d) negosiasi ulang terhadap kontrak-kontrak pemanfataan sumber daya alam yang merugikan negara dan masyarakat luas.

PKS tentu saja tidak asal menolak rencana kenaikan BBM, tetapi juga menawarkan solusi agar pemerintah lebih serius dan komprehensif mendorong perbaikan arah kebijakan subsidi agar semakin tepat sasaran dan juga pengembangan energy mix yang semakin sehat dalam jangka menengah. Agar persoalan BBM subsidi tidak terus menerus menjadi permasalahan yang membelenggu maka Fraksi PKS DPR RI meminta pemerintah agar: (1) Membenahi kebijakan energi yang mengutamakan ketahanan energi nasional di atas kepentingan-kepentingan jangka pendek; (2) Melakukan diversifikasi energi; (3) Membangun infrastruktur energi secara kokoh; (4) Memperbaiki sistem transportasi masal (termasuk konversi BBM ke BBG); (5) Meningkatkan lifting minyak (disini harus disertai audit terhadap lifting minyak oleh auditor independent); (6) Melakukan audit efisiensi impor BBM dan hedging harga BBM; (7) melakukan real-time monitoring terhadap lifting minyak nasional; (8) melakukan upaya serius untuk mengolah minyak bagian pemerintah di kilang-kilang dalam negeri; (9) Membuat target yang jelas dalam pembangunan kilang dan SPBU baru; (10) Memperbaiki kinerja BUMN energi; (11) Pemerintah perlu mendorong Pertamina dan PLN untuk memanfaatkan fasilitas hedging agar mendapatkan tingkat harga yang fixed; dan (12) Meningkatkan lifting minyak bumi dengan mengoptimalkan reserve proven minyak bumi nasional melalui kegiatan eksplorasi di sektor hulu.

Dari formulasi di atas terlihat jelas bahwa bagi PKS, energi merupakan unsur yang sangat vital dalam pembangunan dan kesejahteraan rakyat. Formulasi kebijakan yang tertuang dalam platform dan dijabarkan dalam kebijakan fraksi ini menjadi dasar PKS dalam menolak rencana kenaikan BBM yang dilontarkan pemerintah. Hal ini menunjukkan bahwa penolakan PKS bukanlah bagian dari strategi pencitraan dan untuk membersihkan diri dari tuduhan korupsi impor daging sapi sebagaimana tuduhan sebagian kalangan, melainkan sejatinya merupakan implementasi dari kebijakan energi yang  sudah ditetapkan PKS sejak lama. Ini pulalah yang mendasari penolakan PKS terhadap rencana kenaikan BBM di tahun 2012, meskipun juga harus berseberangan dengan anggota koalisi. Keberanian PKS untuk bersuara lantang dengan konsekuensi menuai kecaman keras dari sesama anggota koalisi dan risiko kehilangan jatah menterinya di kabinet membuktikan bahwa partai ini tidak mengejar dan gila kekuasaan, melainkan berjuang dan bekerja demi membela kepentingan rakyat banyak dengan segala konsekuensinya. ***


____
*sumber: pkspiyungan.org

POLITIK LUPA (Efek BBM Naik)





Bapakku baru saja pulang

Dalam letihnya dia datang dengan senyuman

Diciumnya kening ibu sembari menyisipkan sejumlah uang di tangannya

Ibu diam

Sedetik kemudian dua titik airmata meluncur di pipinya yang keriput

“Cuma segini pak?’ tanyanya tersendat

Bapak menghela nafas panjang..  “Iya bu, maaf. Bapak masuk angin tadi.

Jadi kuminta Yadi menggantikanku menarik becak hari ini.

Setengah pendapatan kuberikan padanya

Dia butuh uang untuk anaknya yang sakit”.

Ibu menghela nafas berat.

“Harga-harga mulai naik, pak,” bisiknya resah.

“Besok pemerintah menaikkan harga minyak”.

“Iya, aku tahu bu. Seharian ini kulihat mahasiswa demo di mana-mana”.

“Hari ini Haji Saman menagih uang kontrakan dan besok Dita harus bayar uang sekolah”.

Kegusaran menyergap.

Bapak hanya diam.

Ibupun akhirnya tidak berkata banyak lagi.

Aku beringsut masuk ke kamar.

Memikirkan negeri ini dan persahabatan kami dengan kemiskinan.

Seumur hidup bergulat dan bertahan.

Seperti sebuah lingkaran, selalu berulang.

Sementara pemerintah tampaknya hanya bisa berkata-kata.

Lama-lama kudengar bapak berkata,

“Kita sudah terlalu sering dilupakan, bu. Bahkan aku sendiri sudah lupa, apakah kita warga negeri ini.”


*http://notlurking.com/ow.ly/idBw

Instansi yang Masih Larang Jilbab Diharap Contoh Polri



JAKARTA – Ikatan Dai Indonesia (Ikadi) berterima kasih atas keputusan Kepala Polisi Republik Indonesia (Kapolri), Timur Pradopo merestui polisi wanita (Polwan) mengenakan jilbab dalam menjalankan tugasnya.

Ketua Umum Ikadi, Prof. Satori Ismail bahkan menghimbau instansi lain yang masih memberlakukan aturan muslimah di lingkungan kerja mereka dilarang menggunakan jilbab, untuk mencontoh sikap yang telah diambil Kepolisian ini.

“Semoga ini menjadi ibroh dan contoh bagi pejabat atau instansi lain yang masih melarang penggunaan jilbab di lingkungan kerja mereka,” kata Satori kepada ROL, Selasa (18/6).

Ia yakin dengan dibolehkan jilbab oleh Kapolri itu, Kepolisian semakin tercerahkan dan mendapatkan kemudahan dalam segala urusan, karena ini adalah ajaran Tuhan yang tidak sepatutnya dilarang oleh manusia.

Dalam rapat dengar pendapat antara pihak Kepolisian dengan Komisi III Selasa (18/6) pagi, akhirnya pihak Kepolisian membolehkan Polwan berjilbab, dan akan merubah aturan seragam seperti yang telah diatur sebelumnya. Kapolri Timur Pradopo, mengatakan pihaknya tidak akan melarang Polwan muslimah menjalankan keyakinannya berjilbab dengan seragam. “Saya sangat merespons baik permintaan ini (polwan berjilbab) dan tidak akan melarangnya," ujarnya.

*Sumber: Republika

Sabtu, 15 Juni 2013

Partai Keadilan Sejahtera Sedang Mengalami Proses Pemurnian Tingkat Lanjut

“Akhirnya setelah mengamati perkembangan badai yang sedang melanda Partai Keadilan Sejahtera (PKS) akhir-akhir ini, saya menarik kesimpulan…..
*****
Batu berlian adalah perhiasan dunia yang sangat indah dan sangat berharga. Semakin murni, semakin tinggi nilainya.
1369767247699218979
Rough diamond-Wikipedia
Sebelum kita menikmati keindahan dan manfaatnya, batu berlian terlebih dahulu melalui proses panjang yang membutuhkan waktu ribuan hingga jutaan tahun. Mulai dari tempaan suhu yang sangat tinggi dan tekanan yang sangat kuat dari segala sisi di kedalaman bumi.
1369767815730163847
Volcanic Pipe-Diamond, Wikipedia
Setelah itu,

Bongkahan batu berlianpun harus menerima kikisan, asahan, sayatan, dari tangan-tangan ahli melalui berbagai macam peralatan, hingga terlihat indah dan menjadi sangat berharga.

13697673171204760908
Diamond polisher in Amsterdam-Wikipedia
Demikian jualah Partai Keadilan Sejahtera.
PKS, sedang mengalami proses pemurnian tingkat lanjut.
Pemurnian yang bertujuan untuk tercapainya visi dan misinya yang mulia. Dia harus tabah, tegar dan sabar menerima segala tekanan ujian, mengendalikan panasnya amarah, pedihnya caci, maki, dan fitnah.
13697673812062545283

Polished Diamond-http://www.assaynews.co.uk/safeguard
*****
…..bahwa partai ini sedang mengalami proses pemurnian tingkat lanjut, suatu proses yang akan membuatnya menjadi berlian kehidupan…”
—–

Jumat, 14 Juni 2013

Dari Ji’ranah Kita Belajar Mengelola Kecewa






Dwi Budiyanto
Jogja



Di Ji’ranah hari itu ada kecewa. Ada kebijakan Rasulullah yang tak dipahami. Sangat manusiawi kelihatannya. Orang-orang Anshar merasa disisihkan selepas perang Hunain yang menggemparkan. Mereka telah berjuang total. Mereka berperang di sisi Rasul dengan penuh kecintaan. Tapi, harta rampasan perang lebih banyak dibagikan pada orang-orang Quraisy dan kabilah-kabilah Arab lainnya. Sementara pada mereka, seakan hanya memperoleh sisa.
Padahal, semua orang tahu, sebagaimana Rasul pun juga mengetahuinya: merekalah yang berjuang dengan sepenuh iman ketika orang-orang Quraisy dan kabilah Arab itu lari tunggang langgang pada serangan pertama pasukan Malik bin Auf An-Nashry. Maka, hari itu di Ji’ranah, ada yang kasak-kusuk, “Demi Allah, Rasulullah saw telah bertemu kaumnya sendiri!” Kalimat itu jelas sarat kekecewaan.
Hari itu juga utusan Anshar, Sa’d bin Ubadah menemui Sang Rasul. Hatinya gusar. Ia ingin segera sampaikan apa yang dirasakan sahabat Anshar pada beliau. Ada yang mengganjal di hati, tapi (mungkin) mereka anggap tak layak untuk disampaikan. Sa’d bin Ubadahlah yang memberanikan diri. “Ya Rasulullah, dalam diri kaum Anshar ada perasaan mengganjal terhadap engkau, perkara pembagian harta rampasan perang. Engkau membagikannya pada kaummu sendiri dan membagikan bagian yang teramat besar pada kabilah Arab, sementara orang-orang Anshar tidak mendapat bagian apap pun.”
Kita menangkap protes itu disampaikan dengan lugas tapi tetap santun. Ada kecewa tapi iman mereka mencegahnya dari sikap yang merendahkan. Ada ganjal di hati, tapi bukan amarah tak terkendali.
“Lalu, kamu sendiri bagaimana Sa’d?” tanya Sang Rasul.
“Wahai Rasulullah, aku tidak punya pilihan lain, selain harus bersama kaumku.” Jawab Sa’d menjelaskan perasaannya. Jujur. Apa adanya. Ia tidak menutup-nutupi bahwa dirinya juga kecewa. Rasulullah lalu meminta mengumpulkan semua orang Anshar. Pada mereka Rasul menenangkan.
“Bukankah dulu aku datang dan kudapati kalian dalam kesesatan, lalu Allah berikan kalian petunjuk? Bukankah dulu saat aku datang kalian saling bertikai, lalu Allah menyatukan hati kalian? Bukankah dulu saat aku datang, kalian dalam keadaan miskin, lalu Allah mengayakan kalian?” Orang-orang Anshar itu membenarkan. Mereka memang sedang dilanda kecewa, tapi lihatlah betapa mereka memilih diam, dan tidak balik menyerang dengan kata-kata dan argumentasi yang dapat diungkapkan. Disebabkan iman sematalah mereka bersikap hormat pada Sang Rasul, meski mereka teramat kecewa. Saya bayangkan hari itu di Ji’ranah. Para sahabat yang mengelilingi Rasulullah.
“Demi Allah, jika kalian mau kalian bisa mengatakan, ‘Engkau dulu datang kepada kami dalam keadaan didustakan, lalu kami membenarkan. Engkau dulu datang kepada kami dalam keadaan lemah, lalu kami menolongmu. Engkau dulu datang kepada kami dalam keadaan terusir, lalu kami memberikan tempat. Engkau dulu datang kepada kami dalam keadaan miskin, lalu kami yang menampungmu.” Saya bayangkan Rasul yang mulia menghela nafas sejenak. Dapat kita rasakan kata-kata itu menggetarkan dada orang-orang yang diliputi iman itu. Saya bayangkan tempat itu mendadak senyap, kecuali suara Rasulullah yang teduh. Beberapa sahabat mulai menitikkan airmata.
“Apakah ada hasrat di hati kalian pada dunia?” tanya Rasulullah tanpa susulan jawab dari para sahabat. “Padahal, dengan dunia itu aku hendak mengambil hati segolongan orang agar masuk Islam.” Rasul mulai menjelaskan alasan kebijakannya. Saya bayangkan para sahabat Anshar yang mengangguk paham dalam diam. “Sedangkan terkait keimanan kalian, aku sudah teramat percaya.”
Kata-kata itu begitu dalam dan jujur. Tetes airmata tak kuasa lagi ditahan. Terlebih ketika Rasulullah melanjutkan, “Apakah kalian tidak berkenan di hati jika orang-orang lain pergi membawa onta dan domba, sementara kalian pulang bersama Rasul Allah?” Sebuah perbandingan yang kontras. Kesadaran itu hadir tidak tiba-tiba. Tangis para sahabat meledak. Jika bukan karena iman, kekuatan apa yang mampu menghadirkan kesadaran setelah kekecewaan? Sungguh, iman merekalah yang menyebabkan semua itu terjadi.
Kisah di atas teramat panjang. Dari dalamnya kita belajar bagaimana dalam komunitas kebaikan sekalipun, kekecewaan itu nyaris tak dapat dielakkan. Setiap kita mungkin pernah kecewa. Sebabnya bisa bermacam-macam. Tapi sebagiannya karena kita tak persepaham dengan orang lain; apakah kelakuannya, kebijakannya, pernyataannya, perhatiannya, atau apapun. Kita pun bisa kecewa karena merasa tidak mendapat dukungan yang memadai. Kecewa itu bisa muncul dimana-mana, bahkan dalam dakwah sekalipun.
Astaghfirullah…
Di dalam bilik-bilik rumah bisa lahir kekecewaan. Suami kecewa pada istri atau sebaliknya, istri kecewa dengan suami. Di ruang-ruang kerja, kekecewaan dapat juga timbul. Di manapun ketika kita berinteraksi dengan orang lain, kekecewaan bisa hadir tiba-tiba. Dalam dakwah, kecewa bisa juga tumbuh bagai ilalang. Sebabnya bisa bermacam-macam. Gagasan yang ‘dianggap’ tidak diperhatikan, selera-selera yang tak sama, kebijakan qiyadah yang tak memenuhi keinginan kita, perilaku dan tindakan ikhwah, dan yang lain.
Hanya kekuatan imanlah yang mampu menjaga kita dari penyikapan yang salah saat kecewa. Sebagian di antaranya menyikapi dengan ngambek serta ‘mutung.’ Sebagian yang lain menyikapi dengan cara-cara yang lebih arif dan bijak. Jika kecewa datang menggerogoti, periksalah kekuatan iman kita. Periksa pula niat-niat kita dalam beramal dan beraktivitas. Jangan biarkan, kekecewaan ditanggapi dengan aktivitas yang tidak memuliakan kita. Jangan pula sampai kekecewaan menyeret kita pada devisit iman dan juga devisit emosi. Kita berdakwah, misalnya, bukan karena ingin selalu disenangkan. Bukan. Kita memilih jalan dakwah semata karena berharap ridha Allah. Semoga Allah menjaga keistiqamahan kita dan menguatkan keikhlasan kita dalam beramal. []

Kamis, 13 Juni 2013

Penjual Gorengan Itu Kini Memimpin Jabar


Bandung: Ahmad Heryawan atau Aher kembali menjabat sebagai Gubernur Jawa Barat (Jabar). Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi pun melantik Aher bersama Wakil Gubernur terpilih Deddy Mizwar di Gedung Merdeka, Jalan Asia-Afrika, Bandung, Kamis (13/6).
Dalam Pemilihan Gubernur-Wakil Gubernur (Pilgub) Jawa Barat, pasangan Aher-Deddy sukses menyingkirkan empat pasang kandidat lain. Termasuk Dede Yusuf yang mendampingi Aher sebagai Wakil Gubernur pada periode 2008-2013.
Aher lahir di Sukabumi pada 19 Juni 1966. Ia bukan berasal dari keluarga berpunya. Meski demikian, kondisi itu bukan alasan dirinya tak mendapat pendidikan. Untuk memenuhi cita-citanya, ia menjual gorengan buatan tetangga ke sepanjang jalan menuju sekolahnya.
Setamat SMA, Aher yang berotak cemerlang mendaftar ke Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Meski lulus, langkahnya berhenti lantaran terganjal uang pangkal masuk kuliah.
Ia kemudian mendaftar di Fakultas Teknologi Pangan Institut Pertanian Bogor. Ia diterima. Tapi lagi-lagi impiannya dihentikan biaya masuk.
Namun semangatnya membuahkan hasil. Dengan mempelajari Bahasa Arab secara otodidak, ia pun mendapat jaminan pendidikan dari Kedutaan Besar Arab Saudi tanpa biaya. Ia tetap menjual gorengan untuk kebutuhan pendidikannya.
Setelah lulus kuliah, Aher meniti karier sebagai mubaligh. Ia aktif mengajar dan menjadi aktivis. Hingga akhirnya ia melangkah sebagai kader Partai Keadilan Sejahtera.
Suami dari Netty Prasetiani itu kemudian terpilih sebagai anggota legislatif di Jakarta pada 1999. Usai Pemilu 2004, ia menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD DKI periode 2009-2004-2009.
Namun di 2008, ia menggandeng Dede Yusuf dalam Pilgub Jabar. Keduanya menang. Aher kemudian menjalankan pemerintahannya dengan mengusung program pendidikan murah, menciptakan lapangan kerja, kesehatan masyarakat, dan membenahi infrastruktur di provinsi tersebut.
Hasilnya, pada 2011, sebuah media cetak nasional menobatkan Aher sebagai Tokoh Perubahan. Prestasi itu hanya satu dari 75 penghargaan yang pernah ia terima selama kepemimpinannya.
Popularitas itu pun menjadi bekalnya mengikuti Pilgub 2013. Namun ia menggandeng aktor kawakan Deddy Mizwar. Sedangkan Dede Yusuf yang mengikuti Pilgub mengajak Lex Laksamana sebagai pasangannya. (Berbagai sumber)

*http://www.metrotvnews.com/metronews/read/2013/06/13/6/161034/Penjual-Gorengan-Itu-Kini-Memimpin-Jabar

BPK Nyatakan Pemerintah Banyak Selewengkan Keuangan! Gini Kok Mau Naikkan BBM...

 bpk
Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) menemukan empat permasalahan yang ditemukan dalam Laporan Keuangan Pemerintah Pusat (LKPP) tahun 2012 yang menjadi pengecualian atas kewajaran LKPP.
Ketua BPK, Hadi Purnomo mengatakan masalah tersebut merupakan gabungan ketidaksesuaian dengan Standar Akuntansi Pemerintahan, kelemahan sistem pengendalian intern, dan ketidakpatuhan terhadap ketentuan peraturan perundang-undangan.
Permasalahan yang pertama adalah, pemerintah telah mencatat Realisasi PNBP lainnya dan belanja lain-lain dari untung atau rugi selisih kurs dalam LRA tahun 2012, masing-masing sebesar Rp 2,09 triliun dan Rp 282,39 miliar. Namun menurut BPK, pemerintah belum menghitung penerimaan atau belanja karena untung atau rugi kurs dari seluruh transaksi mata uang asing sesuai Standar Akuntansi Pemerintahan.
"Penerimaan belanja dari untung atau rugi selisih kurs dapat berbeda secara signifikan, jika dihitung berdasarkan Standar Akuntansi Pemerintahan," kata Hadi di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (11/6/2013).
Kedua, lanjut dia, terkait dengan penganggaran dan penggunaan belanja bantuan sosial, yakni pengendalian atas revisi dokumen pelaksanaan anggaran lemah sehinggan terjadi pelampauan atas pagu Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) untuk belanja selain belanja pegawai sebesar Rp 11,37 triliun, lalu terdapat penggunaan belanja barang dan modal yang melanggar peraturan sehingga berindikasi merugikan negara sebesar Rp 546,01 miliar, diantaranya
sebesar Rp 240,16 miliar belum dipertanggungjawabkan. Kemudian, realisasi pembayaran belanja barang dan modal di akhir tahun sebesar Rp 1,31 triliun tidak sesuai realisasi fisik. Dan belanja bantuan sosial sebesar Rp 1,91 triliun yang sudah dicairkan tetapi dananya belum tersalurkan sampai dengan 31 Desember 2012 tidak disetorkan ke kas negara, "Dan adanya penyaluran belanja bantuan sosial yang tidak sesuai sasaran sebesar Rp 269,98 miliar," ujarnya.
Kemudian yang ketiga, menurut BPK, pemerintah belum menelusuri keberadaan sebagian aset eks BPPN sebesar Rp 8,79 triliun, serta belum menyelesaikan penilaian atas aset properti eks kelolaan PT PPA sebesar Rp 1,12 triliun. Dan yang terakhir yang ke empat, adalah pemerintah melaporkan Saldo Angggaran Lebih (SAL) pada akhir tahun 2012 sebesar Rp 70,26 triliun. Hadi mengatakan, pencatatan SAL tersebut masih berbeda dengan rincian fisik SAL, dengan perbedaan sebesar Rp 8,15 miliar.
"Pemerintah juga tidak bisa memberikan penjelasan yang memadai atas penambahan fisik SAL sebesar Rp 33,49 miliar. Dan tidak dapat menunjukkan dokumen sumber atas koreksi pencatatan sisa lebih biaya anggaran sebesar Rp 30,89 miliar," tegasnya.
Oleh karenanya, BPK meminta kepada pemerintah untuk lebih menaruh perhatian pada permasalahan tersebut guna mengambil langkah-langkah perbaikan agar ke depannya, permasalahan yang mempengaruhi kewajaran laporan keuangan menjadi semakin berkurang.
"Dan tidak menjadi temuan berulang yang dapat mengganggu transparandi dan akuntabilitas pengelolaan keuangan negara," tutup Hadi.

 
Sumber: pesatnews

Jazuli: Jangan Maknai Kritis Kami Sebagai Pembangkangan!


Jakarta - Kemarin malam, Selasa (11/6/2013) setgab kembali mengadakan rapat, dan lagi-lagi PKS tidak diundang oleh setgab untuk hadiri rapat tersebut. Rapat setgab membahas tentang kenaikan BBM dan mekanisme pemberian BLSM, serta sikap setgab terhadap PKS yang terlah berseberangan dengan pemerintah.
Terkait rencana pemerintah yang ingin menaikan BBM, PKS tegas menolak. Sikap PKS ini mengundang respon yang berlebihan oleh beberapa kalangan. Sikap PKS menolak kenaikan BBM sebagai upaya memperjuangkan suara rakyat yang mayoritas menolak kebaikan BBM.
"Sikap-sikap kritis PKS jangan dimaknai sebagai sebuah pembangkangan, jangan dimaknai sebagai sebuah kenakalan," protes Politisi asal PKS, Jazuli Juwaini saat dihubungi di Jakarta, Rabu (12/6/2013).
Ditegaskan Jazuli, pihaknya tidak akan mencampuradukan permasalahan kenaikan harga BBM dengan masa depan PKS di Setgab Koalisi. Sebab menurutnya dua hal tersebut berbeda konteks. Kenaikan harga BBM adalah murni menyangkut kebutuhan dan taraf ekonomi masyarakat.
Sementara terkait masa depan PKS di Setgab Koalisi, sepenuhnya merupakan kewenangan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). "Jadi kalau mereka punya sikap, masa PKS enggak boleh punya sikap. Urusan penolakan BBM adalah karena PKS melihat rakyat masih sangat kesulitan dalam masalah ekonomi," tegasnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, terkait sikap PKS menolak kenaikan BBM, hari ini, Rabu (12/6/2013) PKS kembali sosialisasikan sikapnya kepada masyarakat tentang penolakan kenaikan harga BBM bersubsidi, yaitu menggelar aksi turun ke jalan, di Bunderan Hotel Indonesia, Jakarta. (okz/ar/kabarpks)

Manfaat Sujud, Profesor Ini Sembuh dari Dua Penyakitnya


Oleh-oleh istimewa dari isra' mi'raj Nabi Muhammad shallallaahu 'alaihi wasallam adalah perintah shalat, sebuah ibadah khusus yang mengandung gerakan sujud. Sejalan dengan hasil penelitian, sujud ternyata memiliki manfaat yang sangat luar biasa. Salah satu orang yang membuktikannya adalah Prof Dr Ahmad Zahro.

Dengan memperlama sujud dalam shalat, Direktur Masjid Al Akbar Surabaya itu sembuh dari dua penyakit yang para dokter sudah angkat tangan.

"Saat itu saya memimpin haji, saya terkena penyakit hernia. Sudah begitu, tambah satu penyakit lagi yang saya tidak tahu namanya. Yakni lutut terasa sakit seperti kram ketika hendak bersila maupun bangkit dari duduk," kata Zahro pada peringatan Isra' Mi'raj di Masjid Al Inabah Pemda Gresik, Selasa (11/6).

Guru besar IAIN Sunan Ampel Surabaya itu sudah berobat ke beberapa dokter, namun tak kunjung sembuh. Menurut para dokter, hernianya hanya bisa disembuhkan dengan operasi.

"Padahal saya takut operasi," lanjut pria kelahiran 7 Juni 1955 itu.

Sedangkan untuk penyakit lututnya, dokter dari Mesir menjelaskan bahwa itu karena faktor usia.

Prof Zahro meyakini bahwa segala penyakit pasti ada obatnya. Dan kebetulan, pada waktu itu ia juga membaca hasil penelitian Dr Muhammad Dhiyaa'uddin Hamid tentang sujud. Menurut hasil penelitian itu, sujud bisa menghilangkan zat-zat atau pun hal-hal yang menyebabkan sakit. Listrik dan medan magnet yang dihasilkan oleh tubuh menyebabkan gangguan dan merusak fungsi organ tubuh sehingga akhirnya mengalami penyakit kejang-kejang otot, radang tenggorokan, mudah capek atau lelah, migrain, dan penyakit serupa lainnya.
Prof Dr Ahmad Zahro
Dengan bersujud kepada Allah dengan menempelkan dahi ke bumi (lantai), maka ion-ion positif yang ada di dalam tubuh mengalir ke bumi sebagai tempat ion-ion negatif. Seterusnya sempurnalah aktivitas penetralisiran dampak listrik dan magnet.

Sejak saat itu, Prof Zahro pun memperlama sujud dalam shalat-shalat sunnah. "Terus terang kalau dalam shalat wajib saya tidak memperlama sujud, khawatir makmumnya lari," kata Rektor Universitas Pesantren Tinggi Darul Ulum (UNIPDU) itu disambut tawa jamaah pengajian.

Selain memperbanyak dan memperlama sujud, Prof Zahro juga berdoa seperti yang diajarkan Rasulullah. "Allaahumma Rabbannnas, mudzhibal baas, isyfi, Antasy syaafii, laa syafiyya illaa Anta. Syifaa'an laa yughoodiru saqoman" (Wahai Allah Tuhan manusia, hilangkanlah rasa sakit ini, sembuhkanlah, Engkaulah Yang Maha Penyembuh, tidak ada kesembuhan yang sejati kecuali kesembuhan yang datang dari-Mu, yaitu kesembuhan yang tidak meninggalkan penyakit).

Dan subhanallah, dua penyakit yang dideritanya pun kemudian sembuh sama sekali. [IK/lgs]

Kritik Pemerintah, Fahri Hamzah Apresiasi Wayang Politik Sudjiwo Tedjo

 image
Jakarta, —Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Fahri Hamzah mengapresiasi kritik Sudjiwotedjo melalui wayang terkait kasus kekerasan dan permasalahan sosial yang terjadi akhir – akhir ini.
Hal tersebut disampaikan oleh Anggota DPR RI asal PKS tersebut setelah menyaksikan adegan wayang politik yang disampaikan oleh dalang Sudjiwo Tedjo dengan judul Politik dua-kaki Prabu Salya dalam agenda Indonesia Lawyer’s Club (ILC) TV One pada Selasa (11/6) di Jakarta.
“Saya mengucapkan terimakasih kepada Pak Sudjiwo Tedjo, terutama tadi yang bagian stress kolektif yang sedang terjadi di Indonesia. Terus terang saya tertarik poin itu,” kata Fahri.
Dalam sesi dalang yang terkenal dengan sebutan presiden Republik Jancukers tersebut menyampaikan dengan bahasa wayangnya terkait fenomena stress dan kegalauan kolektif yang terjadi di Indonesia.
“Ada pramugari mengaku dipukul, ada petugas kereta api yang dipukul, ada siswi usia sekolah yang jadi germo, ini bukan stress personal, tapi stress kolektif. Dan pemimpin harus bertanggungjawab, jangan eker-ekeran lagi,” tegas Jiwo saat mendalang.
Dalam wayang politik dengan lakon tersebut Ki Sudjiwo tedjo mengisahkan tentang politik dua kaki yang dilakukan oleh Prabu Salya dalam perang Bharata Yudha. [Depape]

*PKS Jateng Online

BLSM sebagai Kompensasi Kenaikan BBM, Rizal Ramli: Sama Saja 'Money Politics in Grand Scale

Jakarta - Rencana pemerintah menaikkan harga BBM bersubsidi dengan konpensasi  Bantuan Langsung Sementara Masyarakat (BLSM) tak lebih dari bentuk  inefisiensi, pemborosan, dan menyuburkan KKN di sektor energi. Untuk itu kompensasi BBM tak akan pernah menyelesaikan masalah.
Hali ini dikatakan oleh Menteri Koordinator Perekonomian di era Pemerintahan KH Abdurrahman Wahid, DR. Rizal Ramli  Dalam sebuah diskusi bertajuk "BLSM untuk Kepentingan Rayat atau Parpol?" yang dilakukan pada 16 Mei lalu, di Gedung DPR/MPR RI, Senayan, Jakarta.
"Untuk penghematan, efisiensi anggaran APBN mesti ada komitmen untuk mengurangi pemborosan anggaran, korupsi, dan mark up biaya-biaya di sektor energi dengan jadwal dan target-target kuantitatif yang konkret. Misalnya dengan meningkatkan penggunaan gas dalam pembangkit listrik secara nasional dari 23 persen saat ini menjadi 30 persen dalam waktu dua tahun," katanya.
Selain itu lanjut mantan menteri keuangan itu, mengurangi penggunaan generator diesel yang merugikan PLN sampai Rp 37 triliun per tahun dengan mengalihkan ke pembangkit batubara, gas, air, dan gethernal secepatnya.
"Pemborosan itu harus dihentikan, dan adili mafia Migas yang sangat merugikan negara sekitar Rp 10 triliun per tahun, dan minta KPK untuk menyelidiki siapa saja pejabat yang disogok oleh mafia Migas selama ini?" tanya Rizal lagi.
Rizal Ramli juga mengusulkan pembangunan kilang dengan kepasitas 300.000 sampai 400.000 barel dalam dua tahun. Dengan pembangunan kilang tersebut akan membuat biaya produksi menjadi lebih hemat sekaligus menghemat penggunaan devisa negara, mengurangi tekanan terhadap difisit transaksi berjalan, dan menciptakan lapangan kerja. Dan, dibarengi dengan meningkatkan biaya pengawasan atau cost control, dengan memperbaiki methode dan transparansi, dari kontraktor Migas sehingga mengurangi cost recovery (yang selama ini terus naik) turun 25 persen dalam dua tahun. 
Dengan demikian konpensasi BLSM dinilai sebagai 'money politics in grand scale', gula-gula manis yang dibuat untuk menguntungkan partai berkuasa yang citranya memang hancur di tengah masyarakat.
"Padahal, lebih baik dana penghematan energi tersebut digunakan untuk membangun infrastruktur transportasi publik, yang langsung bermanfaat jangka panjang, dan apalagi masih ada 63 juta pengguna sepeda motor yang menggunakan BBM yang tidak memiliki alternatif transportasi publik," pungkas calon presiden alternatif 2014 itu.(rmol/kabarpks)

 

Copyright @ 2015