Tampilkan postingan dengan label Kajian. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kajian. Tampilkan semua postingan
Selasa, 02 Juli 2013
10.33
10.30
Media TV Hilang, Di Pembelaan LHI
Media
TV menghilang saat AF mengatakan bahwa permintaan uang ke Indoguna hanya
akal-akalan AF saja. Sekarang mereka pun menghilang, saat hari ini akan digelar
sidang pembelaan LHI.
Nggak
usah ditanya…, itukan terserah pemilik media TV dan terserah ijin Mentri Hukum
dan HAM dong…!
Komplitnya
awak media TV dan banyaknya tayangan live shows TV saat pembacaan tuntutan
dakwaan jaksa ke LHI dan hilangnya di saat pembelaan LHI. Jadi sebuah
intropeksi bagi peran media sebagai pilar demokrasi.
Tidak
itu saja, Yudi Setiawan, yang sedang di penjara dalam kasus pembobolan bank BJB
pun bisa live shows di salah satu TV.
Ada
apa ya ?
Media
seharusnya sebagai penyeimbang informasi dan opini dari semua pihak. Namun
sekarang cendrung memblow up preferensi opini dari satu sisi saja. Apakah ini
sebuah kebetulan atau disengaja hanya merekalah yang tahu.
Media
seharusnya menyampaikan fakta dan data, namun sekarang sudah berperan sebagai
media penggiring opini bagi preferensi pihak tertentu.
Bila
seperti ini, bagaimana bisa menyajikan demokrasi yang sehat, bila satu-persatu
pilar demokrasinya dikebiri dan dihancrukan ?
*sumber
: kompasiana
Rabu, 26 Juni 2013
12.20
'Amilatun Naashibah... amal-amal yang hanya melelahkan
Nasihat Mabit dari ustadz Al Yusni
'Amilatun nashibah artinya amal-amal yang hanya melelahkan. Alkisah, 'Umar bin Khathab menangis saat mendengar ayat ini.
Alkisah juga, suatu hari Atha As-Salami, seorang Tabi`in bermaksud menjual kain yang telah ditenunnya. Setelah diamati dan diteliti secara seksama oleh sang penjual kain, sang penjual kain mengatakan, “Ya, Atha sesungguhnya kain yang kau tenun ini cukup bagus, tetapi sayang ada cacatnya sehingga saya tidak dapat membelinya.”
Begitu mendengar bahwa kain yang telah ditenunnya ada cacat, Atha termenung lalu menangis. Melihat Atha menangis, sang penjual kain berkata, “Atha sahabatku, aku mengatakan dengan sebenarnya bahwa memang kainmu ada cacatnya sehingga aku tidak dapat membelinya, kalaulah karena sebab itu engkau menangis, maka biarkanlah aku tetap membeli kainmu dan membayarnya dengan harga yang pas.”
Tawaran itu dijawabnya, “Wahai sahabatku, engkau menyangka aku menangis disebabkan karena kainku ada cacatnya? ketahuilah sesungguhnya yang menyebabkan aku menangis bukan karena kain itu. Aku menangis disebabkan karena aku menyangka bahwa kain yang telah kubuat selama berbulan-bulan ini tidak ada cacatnya, tetapi di mata engkau sebagai ahlinya ternyata ada cacatnya.
“Begitulah aku menangis kepada Allah dikarenakan aku menyangka bahwa ibadah yang telah aku lakukan selama bertahun-tahun ini tidak ada cacatnya, tetapi mungkin di mata Allah sebagai ahli-Nya ada cacatnya, itulah yang menyebabkan aku menangis.”
*dari fb Taufiq Yuniarto
Jumat, 21 Juni 2013
10.41
Kekuatan Kader, Mesin PKS di Pemilu 2014
dakwatuna.com –
Jakarta. Partai Keadilan Sejahtera (PKS)
mengandalkan kekuatan kader sebagai magnet elektoral di pemilu 2014. Bagi PKS
caleg-caleg tidak akan bisa berbuat banyak tanpa dukungan para kader.
“Kader adalah mesin partai.
Ini sudah terbukti di Pemilu Jawa Barat dan Sumatera Utara,” kata Sekjen PKS,
Taufik Ridho di Jakarta, Senin (22/4).
Di pemilu 2014, lanjutnya,
PKS kembali mencalegkan 58 kader yang telah duduk di DPR. Mereka, imbuh Taufik,
diusung bukan karena telah menjabat sebagai anggota DPR. Melainkan karena
memang diusulkan kembali oleh konstituen. “Di PKS caleg tidak mendaftar tapi
diusulkan,” ujarnya.
PKS mengusung 487 caleg
untuk 77 daerah pemilihan di seluruh Indonesia. Ada sebanyak 38 persen caleg
perempuan yang masuk daftar caleg PKS. Dari segi usia, caleg-caleg PKS berusia
antara 30 sampai 50 tahun. “Caleg muda ada sekitar 80 persen,” ujarnya.
Taufik menyatakan caleg PKS
berasal dari beragam latar belakang profesi. Semua diproyeksikan berdasarkan
kebutuhan legislasi di DPR. Secara pendidikan, mayoritas caleg PKS memiliki
latar belakang S1. Proporsi mereka ada 57 persen. Berikutnya caleg berlatar belakang
pendidikan S2 sebanyak 21,7 persen, S3 6,3 persen, dan SMA 12,4 persen.
Dari proporsi agama,
mayoritas caleg PKS DPR RI berlatar belakang Islam. Namun untuk wilayah
berpenduduk muslim sedikit seperti Papua dan Papua Barat PKS mengusung dua
caleg nonmuslim. “Kita menargetkan satu kursi,” kata Taufik. (maw/mf/rol)
Sumber:
http://www.dakwatuna.com/
09.46
Mereka yang Susah Dihapus dari Ingatan
Jumat, 21 Juni 2013
Dwi Budiyanto
Jogja
Masjid Nabawi pada suatu siang. Rasulullah terlihat sedang mencari seseorang. Setiap sudut masjid beliau amati. Ia mencari seseorang yang biasa beliau temui di masjid. Seorang nenek tua yang tak pernah dihiraukan oleh yang lain, bahkan oleh para sahabat sendiri. Karena tak ada yang terlalu istimewa dari nenek itu. Hanya satu yang diingat untuk memunculkan gambaran tentang sang nenek: ia biasa membersihkan masjid. Itu saja, tak lebih. Tapi siang itu ia tidak terlihat di masjid dan Rasulullah merasakan ketidakhadirannya. Pada para sahabat beliau menanyakan tentang keberadaan sang nenek, dan sepenggal kalimat ‘yang biasa membersihkan masjid’ menjadi diferensiasi dari sekian perempuan tua yang biasa mendatangi masjid Nabawi.
Para sahabat keheranan dengan pertanyaan Rasulullah. Seorang perempuan tua mendapat perhatian begitu besar dari Rasulullah saw. Para sahabat lalu menyampaikan bahwa nenek tua yang biasa membersihkan masjid itu telah meninggal.
“Kenapa kalian tidak mengabariku?” Rasulullah tersentak. Kaget. Para sahabat semakin heran.
“Dia meninggal di malam hari dan kami tidak ingin mengganggu engkau, ya Rasulullah.” Beliau terlihat tersentak. Wanita yang biasa ditemuinya di masjid telah meninggal dan tidak diketahuinya. “Tolong tunjukkan kepadaku kuburannya.” Pintanya kepada para sahabat.
Siang itu pula Rasulullah menuju kuburan sederhana itu. Beliau shalat dan berdoa untuknya (Bukhari dan Muslim).
Sepenggal kisah itu menjadi bukti bahwa Rasulullah tidak pernah mengabaikan perbuatan baik sekecil apapun. Kemuliaan seseorang senantiasa dilekatkan pada tindakannya, sekecil apapun itu. Oleh karena itu, setiap usaha untuk mengenal seseorang selalu dikaitkan dengan tindakannya. Tindakan pada akhirnya menjadi unsur pembeda antara seseorang dengan orang lain. Persis seperti yang diungkapkan Rasulullah tentang wanita tua itu: yang biasa membersihkan masjid.
Sepenggal kisah itu menjadi bukti bahwa Rasulullah tidak pernah mengabaikan perbuatan baik sekecil apapun. Kemuliaan seseorang senantiasa dilekatkan pada tindakannya, sekecil apapun itu. Oleh karena itu, setiap usaha untuk mengenal seseorang selalu dikaitkan dengan tindakannya. Tindakan pada akhirnya menjadi unsur pembeda antara seseorang dengan orang lain. Persis seperti yang diungkapkan Rasulullah tentang wanita tua itu: yang biasa membersihkan masjid.
Itulah sebabnya dalam rentang sejarah yang panjang, orang-orang besar selalu dilekatkan dengan karyanya, dengan tindakannya, bukan dengan gambaran fisiknya. Mereka dikaitkan dengan pesona kepribadiannya, bukan dengan polesan penampilannya. Sayangnya, banyak yang terjebak dalam perkara ini. Sebagian orang memahami bahwa polesan-polesan yang melekat dalam diri mampu menciptakan balutan yang rekat dalam ingatan orang.
Tidak sekedar itu saja. Mereka yang dianggap kecil dan tidak pernah dikenal oleh banyak orang mendadak menginspirasi, bukan karena penampilan fisiknya yang mengundang decak kagum, tapi karena perbuatan yang dilakukannya. Sekecil apapun tindakan yang dilakukan untuk kebaikan, dia akan menjadi penjelas dari pribadi kita. Dia akan menambahkan identitas kita. Hal inilah yang sekaligus menjelaskan bahwa ternyata kepribadian kita yang kompleks ini dapat dijelaskan dengan mudah melalui tindakan, sekecil apapun dia. Inilah yang dapat kita pelajari dari kisah sederhana di atas.
Sampai saat ini kita tidak pernah mengenal nama dan identitas lain dari ‘wanita pembersih masjid’ itu. Tidak ada satu pun identitas kediriannya yang tersisa, kecuali sepenggal kisah bahwa Rasulullah sangat bersedih atas kematiannya. Selebihnya tidak ada yang dapat dilacak. Tapi ini tidak berarti bahwa wanita tersebut tidak bisa dikenali. Ia masih bisa kita ingat sampai saat ini, setelah ratusan tahun yang lalu, ia dengan ikhlas membersihkan debu-debu masjid Nabawi. Pekerjaan yang berangkat dari kadar kesanggupannya. Ia memang tidak mampu berbuat seperti Utsman atau Abdurrahman bin Auf yang menyerahkan hartanya untuk perjuangan dakwah. Ia tidak mampu menerangjelaskan hikmah dan ilmu layaknya Aisyah. Tapi di antara keterbatasan yang dimilikinya, ia tetap ingin berbuat.
Ada banyak orang-orang yang susah dihapus dari ingatan. Bukan karena wajahnya yang rupawan. Bukan pula karena hartanya yang melimpah. Bukan karena karir akademiknya yang menjadikan kebanggaan. Ada banyak orang-orang yang sulit dilupakan, karena mereka melakukan suatu kebaikan tidak agar mereka diingat, tapi karena memang ingin berbuat. Insya Allah, mereka masih dapat kita temukan. Jumlahnya pun sangat banyak. Tapi kita tidak pernah mengenali karena mereka berbuat dalam diam, dalam kesunyian.
Layaknya perempuan tua yang biasa membersihkan masjid dari kisah di atas, yang perlu kita lakukan hanyalah melipatgandakan peran, menjernihkan motif setiap pengorbanan, dan terus berbuat sebesar yang bisa dilakukan. Terlibat di tengah masyarakat dan secara tulus mendampingi mereka. Dengan jalan ini hidup kita menjadi nyata dan jauh lebih bermakna. Orang bisa saja mencela, tetapi kepercayaan masyarakat sangat dipengaruhi oleh seberapa intens kita ada di tengah-tengah mereka; tulus melayani, bermula karena peduli.
Semoga hidup ini, betapapun sederhananya, mampu memberikan inspirasi bagi sesama. Sebab kematian yang indah selalu menyisakan ‘keterangan kerja’ di belakang nama kita, seberapapun kecil kerja-kerja kebaikan yg telah dilakukan. []
*Penulis: @dwiboediyanto on twitter
09.41
Menghasut Si Miskin (dengan) Menyalahkan Si Kaya | Penipuan BBM Naik
Jumat, 21 Juni 2013
Hari ini kita dihangatkan dengan pro kontra rencana pemerintah menaikkan harga BBM subsidi sebesar 45%, dari Rp 4.500 menjadi Rp 6.500. Yang menarik adalah biasanya pemerintah menaikkan harga BBM untuk menyesuaikan dengan harga minyak mentah dunia yang melambung tinggi melebihi asumsi yang ditetapkan APBN. Kali ini tidak, harga minyak dunia sedang stabil jadi apa alasan menaikkan harga BBM subsidi?
Konon (saya sebut begitu karena mirip dongeng) jika BBM subsidi tidak dinaikkan APBN akan defisit lebih dari 250 Trilyun rupiah. Ok lah dari dulu juga begitu alasannya. Karena harga minyak mentah dunia sebenarnya sedang tidak naik pemerintah sepertinya merasa perlu ada isu yang dijual (meski sebenarnya ini juga isu lama), yaitu Selama ini BBM subsidi tidak tepat sasaran, 70% dinikmati orang kaya. Benarkah demikian? Mari kita telaah.
Jika para ahli menggunakan data sana-sini saya ingin mendatangkan perspektif baru yaitu:Data Penjualan Otomotif di Indonesia. Hal ini karena saya bekerja pada bidang tersebut. Sumber datanya pun cukup mudah diakses, untuk data penjualan roda dua bisa diakses di http://www.aisi.or.id, sedangkan data penjualan roda empat silakan cek http://www.gaikindo.or.id
Perhatikan grafik dibawah ini:
![]() |
| Mobil vs Motor |
Data diatas adalah data penjualan sepeda motor vs mobil all merk dari tahun 2005-2013 (2013 sampai Mei). Sebenarnya kita bisa menarik data dari tahun 90-an, tapi karena kebutuhan kita adalah untuk perbandingan maka 8 tahun rasanya cukup. Kalau ditotal terlihat dari 2005-2013 ada 5jt lebih kendaraan roda empat terjual, dan pada rentang yang sama ada 50jt lebih sepeda motor terjual. Saya ingin berasumsi mobil mewakili si kaya sedangkan motor mewakili si miskin. Dari data tersebut terlihat perbandingan jumlah mobil:motor adalah 1:10. Eit tunggu dulu, data penjualan mobil belum dikurangi:
1. Mobil dinas yang digunakan mulai eselon sampai staf daerah-daerah
2. Penjualan bus dan truck, karena bus dan truck include dalam data tersebut.
3. Mobil yang diekspor, mobil dibuat di Indonesia tapi diekspor include dalam data tersebut.
Katakanlah 3 hal diatas kita abaikan dulu. Saya mau mengajukan asumsi baru, misalkan setiap yang punya satu mobil juga punya satu motor, berarti jumlah motor dikurangi 5jt, perbandingan si kaya:si miskin diperoleh 1:9
Ok itu dicatat dulu. Mari kita lihat data penjualan roda empat all merk Januari-Mei 2013 dari Gaikindo berikut ini:
Silakan amati data tersebut.
1. Porsi terbesar penjualan mobil adalah segmen MPV dengan CC kurang dari 1500, mencapai 54%.
2. Porsi kedua adalah penjualan bus dan truck yang kalau dijumlah mencapai 27%.
3. Porsi ketiga adalah MPV & SUV dengan CC lebih dari 1500 tapi kurang dari 2500, mencapai 13%
Sisanya adalah selain ketiga diatas dengan porsi tidak signifikan. Orang kaya yang diilustrasikan dengan mobil Camry, Volvo, Mercy, Accord misalnya hanya mencapai 1,4% (lihat penjualan sedan). Itupun saya yakin mereka pakai pertamax. Katakanlah orang kaya diwakili porsi pertama dan kedua maka perbandingan mobil:motor tidak lagi 1:9 tapi malah cuma 0,6:9.
Katakanlah sebuah mobil itu saking borosnya untuk jarak yang sama perlu BBM 4x lipat daripada motor maka perbandingan konsumsi BBM antara si kaya:si miskin adalah 2,4:9. Hitungan itu sudah mengandaikan mobil paling boros lho. Perbandingan konsumsi BBM mobilnya mau dinaikkan sampai 5x lipat atau 6x lipat dari motor silakan dihitung sendiri.
Dari data yang saya ajukan ini mari kita tanyakan pemerintah, maksud BBM subsidi sebagian besar dihabiskan orang kaya itu pakai data apa?
Wallahu’alam
*http://blogiwan.wordpress.com/2013/06/15/menghasut-si-miskin-dengan-menyalahkan-si-kaya/
Rabu, 19 Juni 2013
11.15
"Yang Tersimpan di Ceruk Langit" | by @salimafillah
Rabu, 19 Juni 2013
@salimafillah
1) Di antara kebiasaan para pendahulu nan shalih; mendoakan pemimpin melebihi munajat untuk diri. Sebab kebaikan pemimpin luas dampaknya.
2) Pemimpin menanggung amanah dunia-akhirat amat berat. Menjadi Presiden RI misalnya berarti; siap digugat 250 juta insan di hadapanNya.
3) Mari berharap bahwa dengan doa-doa tulus dari rakyat; berkuranglah penuntut, bertambah pembela, menipislah penggugat, pemaaf berlipat.
4) Dan; mendoakannya boleh jadi menggerakkannya tuk mendoakan kita. Mencintainya dengan doa, mungkin mencekamkan cinta rakyat ke hatinya.
5) Hari ini; ketika banyak yang menasehati dengan aneka cara & tak mempan jua; mungkin dia bukan kekurangan nasehat. Dia kekurangan doa.
6) Dan jika nasehat sudah disampaikan & doapun dipanjatkan lalu pemimpin belum hendak berkebaikan; titipkan pada Allah tuk menasehatinya.
7) "Sebaik-baik pemimpin adalah yang kalian mencintainya & dia mencintai kalian; kalian mendoakannya & dia mendoakan kalian". Indah.
8) Untuk "Saling" diperlukan "Yang Memulai"; jadilah ia yang lebih mulia. Maka jika belum saling mendoa-saling mencinta; mari memulainya.
9) Selamatkan pemimpin agar tak jadi seburuk-buruk; "Kalian membencinya & dia membenci kalian; kalian melaknatnya & dia melaknat kalian."
10) Jika belum terkabul kini; doa & cinta ini latihan kita tuk pemimpin selanjutnya. Agar negeri berkah; termula pemimpin adil & taqwa.
11) Hari ini ketika kita miskin pemimpin yang adil & taqwa; mungkin yang kurang bukan sosoknya; tapi doa kita agar Allah menampilkannya.
12) Hari ini ketika pemimpin terasa tak tegas & tak bernyali; mungkin yang kurang adalah doa kita untuk menguatkan hatinya yang rapuh.
'Umar ibn 'Abdil 'Aziz. Bani 'Umayyah yang menerima penunjukannya & bahkan para 'Ulama pendukung tak menyangka kebaikannya akan sejauh itu..
'Umar ibn 'Abdil 'Aziz. Dia bukan hadir tiba-tiba. Ketidakadilan yang marak sebelum tampilnya melahirkan para terzhalimi yang tekun berdoa..
Doa-doa terpanjatkan; mungkin tersimpan di ceruk langit; Allah Maha Tahu kapan ia terhujankan sebagai rahmatNya; membasahi bumi yang dahaga.
*https://twitter.com/salimafillah
11.12
BBM & Visi Besar PKS dalam Kebijakan Pembangunan
BBM, PKS dan Kebijakan Energi Nasional
Oleh: Abi Mumtaz
PIP PKS Malaysia
Rencana kenaikan BBM yang telah memantik perdebatan serius dan kontroversi meluas di tengah masyarakat selama beberapa pekan ini berakhir dengan hasil voting di sidang paripurna DPR tadi malam (17/6). Sebagaimana diprediksi, partai-partai koalisi pemerintah ‘berhasil’ memuluskan rencana kenaikan harga BBM bersubsidi. Meskipun demikian, perjuangan gigih partai-partai yang menentang rencana kenaikan tersebut patut mendapat apresiasi dari seluruh rakyat Indonesia. Sekuat apapun argumentasi dan perjuangan mereka, ternyata dalam hal ini bukan kekuatan logika yang menentukan, melainkan logika kekuatan (jumlah suara).
Reaksi penolakan sebenarnya muncul bukan saja dari kalangan legislatif, melainkan merata di seluruh lapisan masyarakat, mulai dari mahasiswa, karyawan, ibu rumah tangga, nelayan, tukang ojek, organisasi kemasyarakatan, akademisi, asosiasi pekerja dan sebagainya. Kebijakan tersebut dipandang tidak tepat bukan saja karena faktor waktunya (timing), yaitu di saat menjelang Ramadhan, Idul Fitri, dan dimulainya tahun ajaran baru yang secara tradisional selalu menstimulasi kenaikan harga di pasaran, melainkan juga karena tidak adanya faktor eksternal berupa kenaikan harga minyak dunia yang biasanya menjadi faktor pemicu kenaikan harga BBM di dalam negeri. Bahkan Indonesian Crude Price (ICP) dalam beberapa hari belakangan justru menurun hingga 104US$/barrel. Ini berbeda dengan kondisi tahun 2008 dan 2012 lalu, dimana harga ICP melonjak menjadi 124,6 US$/barrel (Mei 2008), dan 128,1 US$/barrel (Maret 2012) yang mendasari rencana kenaikan BBM pada tahun-tahun tersebut. Dengan demikian, rencana kenaikan BBM kali ini selain tidak tepat waktunya, juga sangat tidak kuat dan tidak akurat alasannya.
Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menyuarakan penolakan yang amat keras terhadap rencana kenaikan BBM ini karena menilai kebijakan tersebut membebani masyarakat, hanya bersifat sementara dan tambal sulam sekaligus cermin dari kegagalan pemerintah dalam pengelolaan sektor energi nasional. Kenaikan harga BBM dapat dipastikan akan berdampak pada kenaikan harga-harga barang, memukul daya beli rakyat, menambah jumlah rakyat miskin dan merusak prospek ekonomi sehingga semakin buruk. Selain itu, PKS menilai pilihan terhadap kebijakan ini akan mendorong gejolak sosial dan resistensi publik serta merusak harmoni sosial.
Manajemen Energi yang Buruk
Satu-satunya alasan yang digembar-gemborkan pemerintah dalam kenaikan BBM tahun 2013 ini adalah penyelamatan APBN akibat subsidi BBM yang terus melonjak. Cukup kuatkah alasan tersebut? Data menunjukkan bahwa kenaikan harga BBM merupakan imbas dari buruknya manajemen energi nasional yang dijalankan pemerintah. Miskinnya alasan pemerintah dalam rencana menaikan harga BBM tahun ini diakibatkan kegagalan pengendalian kuota BBM dan pengembangan energi alternatif selain minyak bumi. Kuota BBM melonjak drastis selama 3 tahun terakhir, hingga 45 juta kiloliter ditahun 2013 ini. Bahkan kuota ini juga diprediksi akan terlewati hingga 50 juta kiloliter. BBM yang semakin melonjak ini disebabkan karena kegagalan pengembangan energi alternatif baik untuk sektor transportasi, pembangkit listrik dan pabrik. Infrastuktur BBG tidak dibangun secara progressif, bahkan sejumlah SPBG ditutup karena kesulitan pasokan gas, sementara hasil gas bumi Indonesia diekspor ke luar negeri. Pemerintah juga tidak pernah berkaca dari keberhasilan konversi kerosene ke gas, yang dapat mengatasi kelangkaan minyak tanah dan memperbaiki energy mix.
Selain itu, subsidi BBM yang terlalu besar juga diakibatkan oleh kelalaian impor BBM yang seolah-olah dibiarkan oleh pemerintah selama bertahun-tahun. Hal ini dapat dilihat dari arus minyak nasional yang tidak mengalami perubahan signifikan selama 5 tahun terakhir ini. Selain impor BBM meningkat, impor minyak mentah juga terus terjadi karena minyak mentah hasil perut bumi Indonesia diekspor. Minyak mentah Indonesia diekspor karena tidak sesuai dengan spesifikasi kilang minyak dalam negeri. Seandainya, pemerintah serius membenahi pengelolaan energi nasional, tentulah kilang-kilang minyak dalam negeri akan dibangun sesuai spesifikasi minyak mentah Indonesia, untuk menghindari impor BBM yang terus meningkat.
Kebijakan penghapusan subsidi BBM bukan kebijakan yang berdiri sendiri, melainkan terkait dengan kebijakan liberalisasi ekonomi yang tengah berlangsung di Indonesia. Penghapusan subsidi BBM merupakan bagian dari skenario besar memperbesar mekanisme pasar dalam ekonomi Indonesia, sejalan dengan pemisahan (unbundling) industri hilir Pertamina dan UU Migas No. 22/2001 yang semakin membuka peluang bagi perusahaan multi-nasional untuk memperluas pasar hingga tingkat distribusi dan ritel.
Di samping itu, banyak pakar dan analis yang mempertanyakan kesahihan asumsi dan kalkulasi harga BBM yang ditetapkan pemerintah. Apalagi, terdapat informasi yang mensinyalir adanya pihak-pihak yang bermain dan mengeruk keuntungan secara manipulatif di balik penetapan harga BBM di Indonesia selama ini.
Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa membengkaknya subsidi BBM yang membebani APBN 2013 ini sebenarnya merupakan buah dari kesalahan dan ketidakprofesionalan pemerintah dalam pengelolaan sektor energi nasional, namun celakanya hal tersebut justru ditimpakan ke pundak masyarakat dalam bentuk kenaikan BBM bersubsidi. Dengan demikian, alasan defisit APBN yang didengung-dengungkan pemerintah secara substansi pada dasarnya tidak tepat. Seharusnya pembenahan mendasar di sektor energi dari hulu ke hilir yang dilakukan oleh pemerintah, bukan dengan mengambil kebijakan short cut dan mudah berupa kenaikan harga BBM bersubsidi.
Efek Kenaikan BBM
Kenaikan BBM laksana katalisator yang mendorong kenaikan semua harga barang dan jasa di pasaran. Efek domino kenaikan BBM ini akan mempengaruhi seluruh elemen masyarakat di semua strata sosial dan sektor perekonomian. Kebijakan ini akan mendorong laju inflasi dan pada saat yang sama akan melemahkan dunia usaha dan industri, khususnya usaha kecil dan menengah yang menyerap banyak tenaga kerja. Bank Indonesia (BI) memproyeksikan, kenaikan harga BBM bersubsidi akan mendorong inflasi hingga 7,76%, melebihi target inflasi yang telah ditetapkan sebesar 7,2%.
Kenaikan harga barang dan jasa menjadikan dunia usaha tidak kompetitif, sehingga pertumbuhannya akan lesu dan melambat. Hal ini karena selain biaya operasi yang melonjak, di sisi lain permintaan di pasar (demand) pun akan menurun karena konsumen cenderung berhemat dengan menekan tingkat konsumsinya. Besar kemungkinan, banyak usaha yang akan gulung tikar lantaran tidak mampu bertahan di tengah suasana seperti itu. Karena dunia usaha melemah, peluang kerja yang sudah terbatas akan kian mengecil, bahkan banyak tenaga kerja yang akan kehilangan pekerjaannya. Akibatnya, jumlah pengangguran dan angka kemiskinan pun tanpa dapat dihindari semakin membengkak sehingga kian menambah kerawanan sosial.
Segmen masyarakat yang paling merasakan imbas kenaikan BBM ini tentunya adalah masyarakat menengah ke bawah yang semakin tergerus kemampuan daya belinya (purchasing power). Rencana pemberian BLSM (Bantuan Langsung Sementara Masyarakat) bukanlah solusi yang bijak karena bentuk programnya yang tidak mendidik dan mekanisme penyalurannya yang seringkali tidak tepat sasaran. Berkaca dari pengalaman BLT (Bantuan Langsung Tunai) sebagai kompensasi kenaikan BBM tahun 2008, program tersebut terbukti mengikis semangat kemandirian warga, memicu kecemburuan dan kecurigaan di antara warga masyarakat dan melahirkan keresahan sosial.
Selain itu, jangka waktu penyaluran BLSM sebagai kompensasi kenaikan BBM yang terbatas hanya selama 4 bulan saja menjadi pertanyaan besar terkait nasib kalangan menengah ke bawah setelah masa itu berakhir. Memang sesuai namanya, bantuan ini bersifat sementara, namun masalahnya apakah selepas masa itu, para penerima bantuan tersebut sudah cukup berdaya menghadapi tantangan kehidupan ‘riil’ akibat kenaikan BBM. Tanpa adanya langkah-langkah dan strategi yang serius dari pemerintah untuk penguatan struktur ekonomi masyarakat menengah ke bawah yang hal itu tentunya sangat sulit dilakukan dalam masa yang singkat, maka kenaikan BBM dan BLSM tak ubahnya laksana racun yang mengancam kehidupan mereka. Apalagi belakangan terungkap bahwa sumber dana BLSM ternyata bukan diambilkan dari penghematan subsidi BBM dari APBN, melainkan dibiayai oleh dana utang dari Bank Pembangunan Asia (Beritasatu.com, 2/6/2013).
Visi Besar PKS dalam Kebijakan Pembangunan
Di tengah rencana pemerintah yang didukung partai-partai koalisi untuk menaikkan harga BBM, PKS tampil menyuarakan penolakan dengan lantang. Meskipun merupakan bagian dari koalisi, PKS tidak begitu saja menyetujui keinginan pemerintah yang di mata mereka sebenarnya justru akan menyengsarakan rakyat. Penolakan PKS itu semakin mengemuka dengan munculnya spanduk-spanduk yang dipasang para kader partai tersebut di berbagai daerah di tanah air. PKS tidak asal menolak, tetapi secara argumentatif dan ilmiah mengemukakan alasan di balik penolakan tersebut disertai dengan deretan solusi untuk mengatasi defisit APBN dan krisis energi nasional.
Barangkali yang membedakan PKS dengan partai-partai politik yang lain adalah kesiapan partai ini dengan ramuan konsep dan gagasan yang jelas untuk membangun Indonesia sebagaimana tertuang dalam Platform Kebijakan Pembangunan PKS. Dalam platform setebal 383 halaman tersebut, kondisi nasional dan akar permasalahan bangsa di bidang politik, ekonomi, dan sosial budaya dibedah secara kritis dan mendalam, kemudian diiringi dengan solusi kebijakan yang komprehensif dan mendasar untuk mengatasi aneka permasalahan tersebut sekaligus untuk mengantarkan Indonesia menuju masyarakat yang adil, sejahtera, dan bermartabat. Karena itu, tidak berlebihan jika banyak tokoh yang mengapresiasi langkah PKS menyusun platform kebijakan pembangunan tersebut, di antaranya Prof. Dr. Jimly Asshiddiqie yang berkomentar, “Platform yang komprehensif. Baru pertama di Indonesia. Contoh baik, bagi praktik perpolitikan nasional.” Pemikir keagamaan, Prof. Dr. Azyumardi Azra juga memberikan apresiasi yang sangat positif dan menilai konsep ‘objektivisasi nilai-nialai Islam’ yang ditawarkan PKS sangat menarik.
Solusi PKS terhadap Krisis Energi Nasional
Di bidang energi, pertambangan, dan pengelolaan SDA, visi pembangunan PKS sangat mendasar dan konprehensif sebagaimana tercantum pada Bab 7 dalam buku Platform Kebijakan Pembangunan itu. Menurut PKS, potensi sektor energi, pertambangan dan SDA yang dimiliki Indonesia masih sangat strategis bagi pembangunan ekonomi. Karena itu, PKS memandang bahwa kebijakan pengelolaan dan pengembangan sektor energi, pertambangan dan pengelolaan SDA harus selaras dengan kepentingan nasional.
Oleh karena itu, PKS (a) mendorong ketahanan energi nasional melalui penghematan penggunaan sumber daya energi, intensifikasi pengelolaan sumber daya energi, diversifikasi sumber daya energi, dan pengembangan energi baru dan terbarukan, seperti energi nuklir, bio-fuel, dlsb; (b) menjamin ketersediaan listrik melalui perbaikan sistem tarif, perbaikan infrastruktur listrik nasional dan mendorong usaha pengembangan sumber listrik alternatif yang murah, terbarukan, dan ramah lingkungan; (c) revisi terhadap regulasi dan kelembagaan sektor sumber daya alam yang merugikan negara dan masyaralat luas; dan (d) negosiasi ulang terhadap kontrak-kontrak pemanfataan sumber daya alam yang merugikan negara dan masyarakat luas.
PKS tentu saja tidak asal menolak rencana kenaikan BBM, tetapi juga menawarkan solusi agar pemerintah lebih serius dan komprehensif mendorong perbaikan arah kebijakan subsidi agar semakin tepat sasaran dan juga pengembangan energy mix yang semakin sehat dalam jangka menengah. Agar persoalan BBM subsidi tidak terus menerus menjadi permasalahan yang membelenggu maka Fraksi PKS DPR RI meminta pemerintah agar: (1) Membenahi kebijakan energi yang mengutamakan ketahanan energi nasional di atas kepentingan-kepentingan jangka pendek; (2) Melakukan diversifikasi energi; (3) Membangun infrastruktur energi secara kokoh; (4) Memperbaiki sistem transportasi masal (termasuk konversi BBM ke BBG); (5) Meningkatkan lifting minyak (disini harus disertai audit terhadap lifting minyak oleh auditor independent); (6) Melakukan audit efisiensi impor BBM dan hedging harga BBM; (7) melakukan real-time monitoring terhadap lifting minyak nasional; (8) melakukan upaya serius untuk mengolah minyak bagian pemerintah di kilang-kilang dalam negeri; (9) Membuat target yang jelas dalam pembangunan kilang dan SPBU baru; (10) Memperbaiki kinerja BUMN energi; (11) Pemerintah perlu mendorong Pertamina dan PLN untuk memanfaatkan fasilitas hedging agar mendapatkan tingkat harga yang fixed; dan (12) Meningkatkan lifting minyak bumi dengan mengoptimalkan reserve proven minyak bumi nasional melalui kegiatan eksplorasi di sektor hulu.
Dari formulasi di atas terlihat jelas bahwa bagi PKS, energi merupakan unsur yang sangat vital dalam pembangunan dan kesejahteraan rakyat. Formulasi kebijakan yang tertuang dalam platform dan dijabarkan dalam kebijakan fraksi ini menjadi dasar PKS dalam menolak rencana kenaikan BBM yang dilontarkan pemerintah. Hal ini menunjukkan bahwa penolakan PKS bukanlah bagian dari strategi pencitraan dan untuk membersihkan diri dari tuduhan korupsi impor daging sapi sebagaimana tuduhan sebagian kalangan, melainkan sejatinya merupakan implementasi dari kebijakan energi yang sudah ditetapkan PKS sejak lama. Ini pulalah yang mendasari penolakan PKS terhadap rencana kenaikan BBM di tahun 2012, meskipun juga harus berseberangan dengan anggota koalisi. Keberanian PKS untuk bersuara lantang dengan konsekuensi menuai kecaman keras dari sesama anggota koalisi dan risiko kehilangan jatah menterinya di kabinet membuktikan bahwa partai ini tidak mengejar dan gila kekuasaan, melainkan berjuang dan bekerja demi membela kepentingan rakyat banyak dengan segala konsekuensinya. ***
____
*sumber: pkspiyungan.org
11.11
POLITIK LUPA (Efek BBM Naik)
Bapakku baru saja pulang
Dalam letihnya dia datang dengan senyuman
Diciumnya kening ibu sembari menyisipkan sejumlah uang di tangannya
Ibu diam
Sedetik kemudian dua titik airmata meluncur di pipinya yang keriput
“Cuma segini pak?’ tanyanya tersendat
Bapak menghela nafas panjang.. “Iya bu, maaf. Bapak masuk angin tadi.
Jadi kuminta Yadi menggantikanku menarik becak hari ini.
Setengah pendapatan kuberikan padanya
Dia butuh uang untuk anaknya yang sakit”.
Ibu menghela nafas berat.
“Harga-harga mulai naik, pak,” bisiknya resah.
“Besok pemerintah menaikkan harga minyak”.
“Iya, aku tahu bu. Seharian ini kulihat mahasiswa demo di mana-mana”.
“Hari ini Haji Saman menagih uang kontrakan dan besok Dita harus bayar uang sekolah”.
Kegusaran menyergap.
Bapak hanya diam.
Ibupun akhirnya tidak berkata banyak lagi.
Aku beringsut masuk ke kamar.
Memikirkan negeri ini dan persahabatan kami dengan kemiskinan.
Seumur hidup bergulat dan bertahan.
Seperti sebuah lingkaran, selalu berulang.
Sementara pemerintah tampaknya hanya bisa berkata-kata.
Lama-lama kudengar bapak berkata,
“Kita sudah terlalu sering dilupakan, bu. Bahkan aku sendiri sudah lupa, apakah kita warga negeri ini.”
*http://notlurking.com/ow.ly/idBw
Senin, 17 Juni 2013
11.43
[ Taujih Anis Matta,Lc ] Hidup Mewah Dengan Paradigma Islami
Gaya hidupnya high class pun dicapai dengan
paradigma Islami, juga dengan kerja keras dan merubah mindset orang kampung
jadi Pengusaha Sukses..
Saya punya 1 halaqah yang terdiri dan anak-anak
LIPIA, Mereka datangnya dari kampung, dari pesantren semuanya. Saya tahu mereka
ini membawa background, di backmindnya itu ada psikologi orang kampung yang
tidak pernah bermimpi menjadi orang kaya. Saya tanya kamu nanti setelah selesai
dari LIPIA mau kemana? Mereka bilang Insya Allah kita mau pulang ke kampung
mengajar di Ma’had, mengajar Bahasa Arab, Suatu hari saya ajak mereka, hari ini
tidak ada liqa’, tapi saya tunggu kalian di Hotel Mulia. Saya ada di suatu
tempat dan mereka tidak melihat saya. Saya suruh mereka berdiri saja di lobby.
Mereka datang pakai ransel karena mahasiswa datang pakai ransel, diperiksa lama
oleh security. Karena penampilannya sebagai orang miskin dicurigai membawa bom.
Saya lihat dari atas. Itu masalah strata, kalau antum datang pakai jas dan dasi
tidak ada yang periksa antum di situ, karena yang datang pakai ransel tampang
kumuh. Kemudian mereka bertanya di mana antum ustadz, saya bilang antum tunggu
saja di situ. Saya dekat dengan mereka tapi mereka tidak melihat, saya hanya
memperhatikan apa yang mereka lakukan. Kira-kira 2 jam mereka saya suruh di
situ, mondar-mandir di lobby. Minggu depan saya tanya apa yang antum lihat
disana. Orang lalu lalang, jawab mereka.
Saya tanya, pertama, apakah ada satu orang yang
lalu lalang yang antum lihat yang mukanya jelek, dia bilang tidak ada. Semuanya
ganteng-ganteng semuanya cantik-cantik. Jadi ada korelasi antara wajah dan
kekayaan, Makin kaya seseorang makin baik wajahnya. Kedua, ada tidak yang
memakai pakaian yang tidak rapi kecuali antum. Dia bilang tidak ada, semuanya
rapi. Jadi dengan latihan seperti ini pikirannya sedikit mulai terbuka. Karena
ia membawa bibit dalam pikirannya untuk menjadi orang miskin. Sekarang
alhamdulillah mereka bertiga sekarang ini sedang kuliah di Ul ambil S2 Ekonomi
Islam.
Ikhwah sekalian jadi kita perbaiki insting kita.
Pertama kali kita perbaiki tsaqafah kita. Jadi hadirkan buku-buku itu ke dalam
rumah dan mulai dari sekarang anak-anak kita juga mulai diajari tentang uang.
Ikutilah kursus-kursus tentang enterpreneurship supaya kita dapat memperbaiki
dulu citra kita tentang uang.
Kedua, menyiapkan diri untuk menjadi kaya.
Orang-orang kaya yang bijak itu mempunyai nasehat yang bagus, mereka mengatakan
“sebelum Anda menjadi kaya latihanlah terlebih dahulu menjadi kaya”. Hiduplah dengan
hidup gaya orang kaya. Orang kaya itu optimis. Bagi orang kaya biasanya tidak
ada yang susah. Bagi mereka semuanya mungkin, karena itu mereka selalu optimis.
Jadi yang harus dihilangkan dari kita itu adalah pesimis. Saya punya seorang
teman sekarang menjadi kaya, dia datang ke Jakarta hanya sebagai pelatih karate
dan tidak ada duitnya, tapi supaya tidak ketahuan oleh istrinya bahwa dia tidak
punya pekerjaan, setiap habis sholat subuh dia pergi lari olahraga, setelah itu
dia memakai pakaian rapi lalu keluar rumah. Dia juga tidak tahu mau kemana yang
penting ke luar rumah. Istrinya tidak tahu kalau dia tidak punya pekerjaan.
Nanti di jalan baru ditentukan siapa yang dia temui hari ini.
Langkah pertama perbaiki dahulu sirkulasi darah
kita, olahraga dulu, supaya wajah segar makan yang banyak. Banyaklah makan yang
enak, daging. Sering-sering makan yang enak. Menurut Utsman bin Affan makanan
paling enak itu adalah kambing muda. Setiap hari mereka makan kambing muda.
Makan yang enak, olah raga yang bagus supaya wajah kita berseri. Syeikh
Muhammad Al-Ghozali dalam kitab Jaddid Hayataka mengatakan kenapa orang-orang
Barat itu pipinya merah, karena sirkulasi darahnya bagus, gizinya bagus.
Sedangkan kita orang-orang timur kalau ketemu itu auranya pesimis, tidak ada
harapan. Biasakanlah kalau orang ketemu kita ada harapan yang terlihat, makanya
kalau pilih warna baju pilihlah yang cerah-cerah, Ibnu Taimiyah mengatakan ada
hubungan antara madzhab dan batin kita, pakaian apa yang kita pakai itu
mempengaruhi kondisi kejiwaan kita. Jangan pakai pakaian orang tua. Ada anak
umur 25 tahun pakaiannya pakaian orang tua, bagaimana nanti kalau umurnya 50
tahun pakaiannya seperti apa. Tampillah sebagai anak muda. Cukur rambut yang
bagus, cukur kumis yang rapi janggut dirapikan. Rapi, supaya kita kelihatan ada
optimisms. Belajarlah sedikit latihan menatap supaya sorotan mata kita kuat,
perlu sedikit latihan menatap. Misalnya di pagi hari atau sore hari menjelang
matahari terbenam, antum tatap matahari dan tidak berkedip matanya. Kalau bisa
antum bertahan 1 menit itu bagus, Latihan saja sendiri. Di dalam kamar ambil
lilin, matikan lampu, antum tatap itu lilin dan matanya tidak berkedip dan
tidak berair. Nanti kaiau sudah terbiasa pandangan matanya kuat. Jadi kalau
olahraga teratur, sirkulasi udara bagus, pikiran jadi segar, tsaqafah kita
bertambah mulai memakai pakaian yang cerah-cerah. Makanya Rasulullah itu
senangnya memakai baju putih. Jangan pakai yang gelap-gelap atau warna yang
tidak menunjukan semangat hidup. Jangan juga berpenampilan seperti orang tua.
Sekadar untuk menunjukkan kita ini kelompok orang-orang shaleh kita pakai baju
taqwa, itu pakaian orang Cina, pakailah baju yang segar agar dapat menunjukkan
bahwa kita ada semangat. Walaupun Anda sudah berumur pun tetap pakai pakaian
yang muda, jangan berpenampilan tua, Artinya kita harus merendahkan diri, sebab
uban tanpa diundang dia akan datang. Tadi tidak perlu menua-nuakan diri dengan
sekadar tampil kelihatan dewasa, tua, bijak. Tampillah sebagai anak muda yang
gesit dan optimis.
Ketiga, bergaullah dengan orang-orang kaya,
perbanyak teman-teman antum dan kalangan tersebut. Ini tidak bertentangan
dengan hadits yang mengatakan dalam bab rezeki lihatlah kepada yang dibawah dan
jangan lihat kepada yang di atas. Antum tidak sedang tamak ke hartanya, tetapi
antum sedang belajar kepada mereka. Dahulu saya suka ceramah di kalangan
orang-orang kaya. Waktu saya ceramah di rumahnya Abu Rizal Bakrie yang saat itu
sedang berduit-duitnya, saya duduk dalam 1 karpet, ketika krismon pada waktu
itu, sekretarisnya bilang pada waktu itu, tahu tidak berapa harga karpet ini.
Saya bilang tidak tahu, saya pikir sejadah biasa. Dia bilang karpet ini
harganya 100 ribu dollar. Karpet kecil harganya 1,6 M. Waktu saya selesai
ceramah dikasih amplop, amplopnya tipis. Saya bilang sama sekretarisnya. Ini
amplop kembalikan kepada dia. Bilang sama beliau saya cuma ingin berkawan
dengan dia. Dia belajar agama sama saya, saya belajar dunia sama dia. Kalau
saya terima ini, nanti saya dianggap ustadz dan dia tidak dengar kata-kata
saya. Saya mau bersahabat dengan dia. Jangan kasih saya amplop lain kali.
Supaya kita bergaul. Setiap kali saya datang ke kelompok yang pengusaha kaya
itu saya selalu menolak, saya tidak terima ini saya ingin bergaul dengan bapak,
saya ingin jadi teman.
Alhamdulillah dari situ saya banyak teman dari
kelompok orang-orang kaya, dan kalau datang kita belajar, saya bertanya sama
mereka kenapa begini, bagaimana caranya, bertanya kita belajar. Memang di
jurusan saya dia belajar dari saya kalau ada yang perlu didoakan panggil saya,
bisa. Tapi kan saya tidak punya ilmu bikin duit sebelumnya, saya perlu belajar
dari orang yang ahli. Jadi dalam bab itu saya murid, dalam bab saya dia murid.
Jangan karena kita sering ceramah, terus semua orang kita anggap murid dalam
segala aspek.
Saya bergaul dengan orang-orang kaya dan saya
belajar dengan mereka. Saya belajar bagaimana caranya bikin duit, bagaimana
caranya bikin perusahaan sama-sama dan saya tidak malu. Bergaul dengan mereka
itu dari sekarang. Jangan tamak pada hartanya tetapi ambil ilmunya. Jangan
minder bergaul dengan orang kaya seperti itu. Awal lahirnya reformasi, setelah
kalah dalam pemilu 1999, kita Poros Tengah kumpul di rumahnya Fuad Bawazir.
Semua orang diam, ada Amin Rais, Yusril, semuanya diam karena main. Karenanya
kita semuanya kalah, tadinya sombong semua. Pak Amin Rais mengatakan sebelum
pemilu, “Nanti Golkar kita lipat-lipat, kita tekuk-tekuk, kita kuburkan di masa
lalu.” Tidak tahunya Golkar masih di nomor 2. Partainya Pak Amin rendah perolehan
suaranya. Suara umat Islam rendah, Jadi berkumpulah orang-orang kalah ini
selama 2 hari. Waktu itu Pak Amin sedang dikejar-kejar terus oleh Dubes Amerika
untuk membuat pernyataan bahwa pemenang pemilu legislatif yang paling layak
jadi Presiden, tapi Pak Amin menghindar. Jadi saya datang ke rumah Pak Fuad
Bawazier, saya bilang Pak Fuad, saya ini bukang orang politik, saya ini ustadz.
Yang saya pelajari dalam syariat kita ini kalau kita sedang kalah seperti ini
jalan keluarnya adalah i’tikaf. Kita belajar banyak istighfar, tilawah dan
seterusnya. Jauhi dulu wartawan, mungkin dosa-dosa kita banyak sehingga kita
kalah. Dia bilang bener juga ya. Cuma kalau kita i’tikaf di Indonesia tetap
saja diketahui wartawan. Kalau begitu kita umrah, Antum ikut ya dari PKS umrah.
4 orang dari PAN, dari PKS sekitar 3 orang, 4 orang ini naik bisnis first
class, sedang kita dikasih ekonomi. Yang beli tiket dia soalnya. Mau diprotes
bagaimana. Kita cuma dihargai begini, terima apa adanya dahulu. Tapi waktu itu
kita dengan lugu datang menghadap Pak Fuad. Saya bilang Pak Fuad berapa harga
tiket First Class. Dia bilang pokoknya 2 kali lipat dari harga ekonomi. Jadi
kalau tiket ekonomi pada waktu itu 1000 dollar harga first class itu sekitar
2000 dollar. Kenapa kita tidak sama-sama di kelas ekonomi saja, dan selisihnya
kita infaqkan untuk orang miskin. Ini kan masyarakat kita lagi susah. Dia
ketawa dia bilang ya akhi, nanti ini ana infaq lagi insya Allah untuk orang
faqir, tapi ana tolong dong di first class tidak mungkin ana turun di kelas
bawah.
Kita tidak tahu apa nilai yang berkembang pada
orang kaya, kenyamanan itu adalah nilai pada mereka. Mereka menghemat energi,
tenaga. Dan, angka besar pada kita itu angka kecil bagi mereka. Uang 1 milyar 2
milyar itu uang jajan. Kalau kita, belum tentu punya tabungan sampai mati
sejumlah itu. Itu masalah cita rasa. Cita rasa pada orang kaya itu berbeda. Ini
yang kita pelajari, yang dianggap besar oleh mereka itu adalah ini. Dengan
begitu kita menjiplak sedikit emosinya. Karena dalam pergaulan itu, kalau kita
bergaul dengan seseorang itu, kalau bukan api dia parfum, Kalau dia parfum dia
menyebarkan wangi, kalau dia api menyebarkan panas, Orang jahat itu api, kalau
anturn dekat-dekat akan menyebarkan panas. Orang baik itu parfum, kalau antum dekat-dekat
setidak-tidaknya bau badan kita tertutupi oleh parfum tersebut. Jadi ikut-ikut
karena kita ingin perbaiki selera. Jadi antum kalau punya waktu-waktu kosong
jalang-jalanlah ke mall, lihat-lihat orang kaya tidak usah belanja, liha-lihat
saja dulu, memperbaiki selera. Datang ke showroom mobil, datang ke pameran
mobil, lihat-lihat pegang-pegang. Rajinlah berdo’a. Bergaullah dengan orang
kaya.
Selain itu, rajinlah berinfaq walaupun kita
miskin. Gunanya apa? Supaya antum tetap mengganggap uang itu kecil dan supaya
tidak ada angka besar dalam fikiran kita. Misalnya kita punya tabungan 10 juta,
infaqkan. Supaya antum meneguhkan, mesti ada yang lebih besar dari ini. Jadi
angka itu terus bertambah di kepala kita, walaupun dalam kenyataannya belum.
Tetapi dengan berinfaq seperti itu, kita memperbaiki cita rasa kita tentang
angka. Bukan sekadar dapat pahala tetapi efek tarbawinya bagi kita akan
bertambah terus. Kita belum pernah merasakan bagaimana menginfaqkan mobil,
sekali waktu kita berusaha untuk menginfaqkan mobil. Begitu antum punya uang
sedikit terus berinfaq, terus seperti itu kita latih sambil menjaga jarak. Kita
membuat sirkulasi jadi bagus.
Kelima adalah mulailah melakukan bisnis real.
Terjun ke dalam bisnis secara langsung. Karena Rasulullah SAW mengatakan 9 per
10 rezeki itu ada dalam perdagangan. Saya juga ingin menasehati ikhwah-ikhwah
yang sudah jadi anggota DPR dan DPRD, jangan mengandalkan mata pencaharian dari
gaji DPR dan DPRD. Itu bahaya. Sebab belum tentu kader-kader di Riau ini nanti
masih menginginkan Pak Khairul untuk periode selanjutnya. Belum tentu juga
jama’ah menunjuk kita lagi sebagai anggota dewan, padahal gaya hidup sudah
berubah. Anak-anak kita kalau kenalan dengan orang, bapak saya anggota dewan
padahal itu hanya sirkulasi. Jadi setiap kali kita mendapatkan pendapatan dari
gaji karena pekerjaan seperti ini, kita-harus hati-hati itu bahaya. Jadi
pendapatan paling bagus itu tetap dari bisnis. Oleh karena itu, mulai sekarang
itu belajarlah terjun ke dunia bisnis.
Jatuh bangun waktu bisnis tidak ada masalah,
terus saja belajar. Tidak ada juga orang langsung jadi kaya. Yang antum perlu
terus berbisnis. Begitu juga dengan para ustadz, teruslah bisnis. Begitu juga
dengan seluruh pengurus DPW-DPD dan seterusnya. Teruslah berbisnis. Lakukan
bisnis sendiri. Sesibuk-sibuknya kita, kita perlu mempunyai bisnis sendiri
sekecil-kecilnya. Tidak boleh tidak. Itulah sumber rezeki yang sebenarnya.
Kalau antum mau kaya sumbernya adalah dagang. Rezeki itu datangnya dari 20
pintu, 19 pintu datangnya dari pedagang dan hanya 1 pintu untuk yang bekerja
dengan keterampilan tangannya, yaitu para professional. Misalnya akuntan itu
kan professional, pekerja pintar, tapi kalau sumber rezekinya satu makanya
uangnya terbatas. DPR juga begitu sumbernya satu, yakni gaji bulanan, itu hanya
5 tahun. Itu pun kalau tidak di PAW sebelumnya. Jadi kalau saya ketemu dengan
ikhwah dari dewan, hari-hati jangan sampai mengandalkan mata pencaharian dari
situ. Selain itu potongan dari DPP, DPW, DPD juga besar. Untuk ma’isyah sendiri
kita harus cari di sumber lain.
Waktu kita terjun ke bisnis, kita pasti gagal.
Gagal pertama, gagal kedua, gagal ketiga, gagal keempat tapi teruslah jangan
pernah putus asa. Saya punya partner bisnis. Dia mulai bisnis umur 16 tahun,
semua jenis pekerjaan sudah dia lakukan. Pada suatu waktu dia mempunyai 38
perusahaan tapi dari 38 perusahaan ini hanya 6 yang menghasilkan uang, Kita
lihat berapa ruginya. Jadi seringkali kita salah pandang terhadap orang kaya.
Kita pikir tangannya tangan dingin semua yang disentuh jadi uang. Ternyata
tidak juga.
Jadi hal-hal seperti itu harus kita hadapi secara
wajar jangan shock kalau rugi. Jangan berfikir dengan berdagang antum akan
cepat jadi kaya, yang menentukan antum cepat berhasil dalam dagang itu adalah
secepat apa antum belajar. Cara belajar itu ada dua: baca buku atau sekolah
atau bergaul dengan orang-orang sukses, nanti kalau sudah baca buku sudah
bergaul dengan orang sukses, masih gagal juga. Teruslah berdagang,
teruslah-bergaul, teruslah seperti itu karena setiap orang tidak tahu kapan
saatnya dia ketemu dengan momentum lompatannya.
by : Anis Matta, Lc (Soekarno Muda)
09.03
Masihkah Dikau (akan) Menaikkan Harga BBM, Tuan Presiden….
Sejumlah elemen masyarakat akan mengadakan demo besar-besaran untuk menentang rencana pemerintah menaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM). Jika tidak ingin terjebak macet akibat unjuk rasa, ada baiknya Anda menghindari kawasan-kawasan ini. Informasi dari Polda Metro Jaya, Senin (17/6/2013), ada sejumlah titik yang bakal menjadi konsentrasi para demonstran. Namun tidak hanya itu, demo juga akan menyasar ke beberapa kantor pemerintahan di Jakarta. (detik.com)
Curahan hati
(Oleh Thamrin Dahlan)
Tuan Presiden
rakyat sudah letih unjuk rasa
tokoh lintas agama telah lelah bersuara
setgab terbawa bawa (koalisi hanya sebuah nama)
kini partai opisisi ikut bicara
sementara anggota dewan asyiek masyuk dengan dunia
inilah kumulasi bbm gema derita, Tuan Presiden
berbulan bulan kita hanya bersengketa
tersita masa sia sia
letih membuang enerji tak berguna
******
dan hari ini
mungkin esok hari
seterusnya kan terjadi
sampai,…… (dikau tersentuh nurani)
rakyat terpaksa kluarkan senjata raga
apalagi, hanya ada berunjuk rasa
*****
,…… dengan sisa sisa tenaga
putra putri dan segenap elemen bangsa
kembali turun kejalan
menyuarakan suara jelata
bertebar di jakarta dan kota kota
negeri dikepung amarah
ibu ibu dan anak anak menghindar cemas gulana
pekerja, pedagang dan semua
terhenti ,….
‘krna masalah bbm tertunda tunda
nan tiada ujungnya
******
Tuan Presiden ,
begini saja
bila anda ingin khusnul khatimah
menutup purna tanpa nila
batalkanlah keputusan durjana
hanya itu nan bisa menghentikan gelora
******
hari hari ini nusantara meratap duka
sebelum petaka itu benar benar membuncah
masih ada jeda tuan
ya masih ada jeda
‘ntuk menghindari pecah belanga
korban kan berjatuhan di mana mana
aparat terluka
dan… putra putra anak bangsamu
mahasiswa tergeletak parah
negeri lumpuh, nyaris rubuh
*****
ya Tuan Presiden
hentikanlah keputusan sia sia
persatuan adalah segalanya
‘tak kan bangkrut nusantara
‘krna bbm
sekali lagi
Tuan Presiden, masihkah dikau di istana
keputusanmu, kebijakan dan kebajikan anda
nan bisa menghentikan semua
jangan ada lagi tambahan catatan sejarah hitam jelaga
sejarah pertumpahan darah,………
******
Salam salaman
PenasehatpenakawanpenasaraN
[TD]
Thamrin Dahlan
Kompasioner
*http://fiksi.kompasiana.com/puisi/2013/06/17/masihkah-dikau-akan-menaikkan-harga-bbm-tuan-presiden-569471.html
Sabtu, 15 Juni 2013
12.45
PENGORBANAN | Anis Matta
Seseorang disebut pahlawan karena timbangan kebaikannya jauh mengalahkan timbangan keburukannya, karena kekuatannya mengalahkan sisi kelemahannya.
Jika engkau mencoba menghitung kesalahan dan kelemahannya, niscaya
engkau menemui bahwa kesalahan dan kelemahan itu "tertelan" oleh
kebaikan dan kekuatannya.
Tapi kebaikan dan kekuatan itu bukanlah untuk dirinya sendiri, melainkan
merupakan rangkaian amal yang menjadi jasanya bagi kehidupan masyarakat
manusia. ltulah sebabnya tidak semua orang baik dan kuat menjadi
pahlawan yang dikenang dalam ingatan kolektif masyarakat atau apa yang
kita sebut sejarah. Hanya apabila kebaikan dan kekuatan menjelma jadi
matahari yang menerangi kehidupan, atau purnama yang merubah malam jadi
indah, atau mata air yang menghilangkan dahaga.
Nilai sosial setiap kita terletak pada apa yang kita berikan kepada
masyarakat atau pada kadar manfaat yang dirasakan masyarakat dari
keseluruhan perfomance kepribadian kita. Maka Rasulullah saw berkata: "Sebaik-baik manusia adalah manusia yang paling bermanfaat bagi manusia yang lain."
Demikian kita menobatkan seseorang menjadi pahlawan karena ada begitu
banyak hal yang telah ia berikan kepada masyarakat. Maka takdir seorang
pahlawan adalah bahwa ia tidak pemah hidup dan berpikir dalam lingkup
dirinya sendiri. la telah melampui batas-batas kebutuhan psikologis dan
biologisnya. Batas-batas kebutuhan itu bahkan telah hilang dan lebur
dalam batas kebutuhan kolektif masyarakatnya dimana segenap pikiran dan
jiwanya tercurahkan.
Dalam makna inilah pengorbanan menemukan dirinya sebagai kata kunci
kepahlawan seseorang. Disini ia bertemu dengan pertanggungjawaban,
keberanian, dan kesabaran. Tiga hal terakhir ini adalah wadah-wadah
kepribadian yang hanya akan menemukan makna dan fungsi pahlawanannya
apabila pengorbanan yang mengisi dan menggerakkannya. Pengorbananlah
yang memberi arti dan fungsi kepahlawanan bagi sifat-sifat
pertanggunjawaban, keberanian, dan kesabaran.
Maka keempat makna dan sifat ini -rasa tanggung jawab keagamaan, semangat pengorbanan, keberanian jiwa, dan kesabaran-
adalah rangkaian dasar yang seluruhnya terkandung dalam ayat-ayat
jihad. Dorongannya adalah tanggung jawab keagamaan (semacam semangat
penyebaran dan pembelaan). Hakikat dan tabiatnya adalah pengorbanan.
Perisainya keberanian jiwa. Tapi nafas panjangnya adalah kesabaran.
Begitulah kemudian menjadi benar apa yang dikatakan oleh Sayyid Quthb: "Orang yang hidup bagi dirinya sendiri akan hidup sebagai orang kerdil dan mati sebagai orang kerdil. Tapi orang yang hidup bagi orang lain akan hidup sebagai orang besar dan mati sebagai orang besar."
Kaidah itu tidak saja berlaku bagi kehidupan individu, tapi juga
merupakan kaidah universal yang berlaku bagi komunitas manusia. Syakib
Arselan, pemikir Muslim asal Syiria, yang menulis buku Mengapa Kaum
Muslimin Mundur dan Orang Barat Maju, menjelaskan jawabannya dalam
kalimat yang sederhana, "Karena," kata Syakib Arselan, "orang-orang
Barat lebih banyak berkorban daripada kaum Muslimin. Mereka memberi
lebih banyak demi agama mereka ketimbang apa yang diberikan kaum
Muslimin bagi agamanya.”
Sekarang mengertilah kita, "Apakah yang dibutuhkan untuk menegakkan
agama ini dalam realitas kehidupan?" Yaitu, hadirnya para pahlawan
sejati yang tidak lagi hidup bagi dirinya sendiri, tapi hidup bagi orang
lain dan agamanya serta mau mengorbankan semua yang ia miliki bagi
agamanya itu. []
12.42
5000 Kader PKS Riau akan Sambut Kedatangan Anis Matta
Pekanbaru - Sabtu (15/6/2013) Presiden Partai Keadilan Sejahtera
(PKS), Anis Matta akan hadiri konsolidasi struktur, kader, calon anggota
dewan dan seluruh simpatisan PKS se-Riau. Ditargetkan sebanyak 5000
massa akan menyambut kehadiran Anis Matta dan rombongan yang
direncanakan akan diadakan di gelanggang remaja Pekanbaru, Riau.
''Kita akan menyambutnya Anis Matta dengan 5.000 orang kader, struktur,
dan simpatisan PKS di gelanggang remaja,'' kata Ketua Umum DPW PKS Riau,
Lukman.
Lanjut Lukman, acara yang akan dimulai pukul 16.00 WIB ini bertujuan untuk menjaga semangat dan soliditas kader PKS Riau.
Selain itu, menurut Nurdin lagi, selain konsolidasi kader yang berisikan
sosialisasi kebijakan PKS, acara tersebut juga diisi dengan penguatan
kader dalam mendukung Balon Gubri dan Balon Wagubri yang diusung PKS,
Jon Erizal dan Mambang Mit. (nti/AR/GR/kabarpks)
12.32
Partai Keadilan Sejahtera Sedang Mengalami Proses Pemurnian Tingkat Lanjut
“Akhirnya setelah mengamati perkembangan badai yang
sedang melanda Partai Keadilan Sejahtera (PKS) akhir-akhir ini, saya
menarik kesimpulan…..
*****
Batu berlian adalah perhiasan dunia yang sangat indah dan sangat berharga. Semakin murni, semakin tinggi nilainya.
Rough diamond-Wikipedia
Sebelum kita menikmati keindahan dan manfaatnya, batu berlian terlebih dahulu melalui proses panjang yang membutuhkan waktu ribuan hingga jutaan tahun. Mulai dari tempaan suhu yang sangat tinggi dan tekanan yang sangat kuat dari segala sisi di kedalaman bumi.
Volcanic Pipe-Diamond, Wikipedia
Setelah itu,
Bongkahan batu berlianpun harus menerima kikisan, asahan, sayatan, dari tangan-tangan ahli melalui berbagai macam peralatan, hingga terlihat indah dan menjadi sangat berharga.
Diamond polisher in Amsterdam-Wikipedia
Demikian jualah Partai Keadilan Sejahtera.
PKS, sedang mengalami proses pemurnian tingkat lanjut.
Pemurnian yang bertujuan untuk tercapainya visi dan misinya yang mulia. Dia harus tabah, tegar dan sabar menerima segala tekanan ujian, mengendalikan panasnya amarah, pedihnya caci, maki, dan fitnah.
Polished Diamond-http://www.assaynews.co.uk/safeguard
*****
…..bahwa partai ini sedang mengalami proses pemurnian tingkat lanjut,
suatu proses yang akan membuatnya menjadi berlian kehidupan…”
—–
Langganan:
Postingan (Atom)











